Pada tanggal 19 September, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) mengeluarkan Surat Pemberitahuan Resmi No. 5561/BGDĐT-GDTrH kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan mengenai pengorganisasian pengajaran dan pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang rusak akibat badai dan banjir.
Mengajar di daerah terdampak badai dan banjir: Menyesuaikan rencana pendidikan sekolah, mengembangkan rencana kompensasi bagi siswa (foto ilustrasi)
Banjir baru-baru ini telah menyebabkan kerusakan parah pada sekolah-sekolah, memaksa siswa di beberapa daerah untuk tidak bersekolah selama berhari-hari. Bahkan selama periode surutnya banjir, pemerintah daerah dan sekolah telah berupaya untuk segera menerapkan solusi agar siswa dapat kembali bersekolah. Namun, masih ada beberapa sekolah dan lokasi sekolah yang rusak parah atau terisolasi sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilanjutkan.
Untuk menjamin terpeliharanya pembelajaran bagi seluruh peserta didik dan selesainya program tahun ajaran sesuai rencana, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan meminta kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk mengarahkan sekolah agar menerapkan solusi pengajaran yang fleksibel, sesuai dengan kondisi praktis guna menjamin kemajuan pelaksanaan program sesuai dengan jangka waktu tahun ajaran tetapi tidak menimbulkan tekanan atau beban berlebih bagi guru dan peserta didik.
Khususnya, penting untuk meninjau dan memiliki rencana yang tepat untuk membawa siswa dari sekolah dan kampus yang belum dibuka kembali ke kampus utama atau sekolah lain di wilayah tersebut untuk belajar; bagi siswa yang harus bepergian terlalu jauh dari rumah, harus ada rencana yang sesuai dengan kondisi aktual untuk mendukung siswa belajar di sekolah asrama selama masa penanggulangan dampak banjir.
Memobilisasi guru di sekolah-sekolah setempat untuk mendukung guru dan siswa di sekolah-sekolah yang terdampak badai dan banjir dalam mengatur kegiatan belajar mengajar; mengganti kelas yang terlewat bagi siswa. Bagi siswa yang tidak dapat hadir di sekolah karena kondisi yang sulit, sekolah memiliki rencana yang sesuai dengan kondisi aktual untuk mempertahankan pembelajaran bagi siswa, seperti menugaskan pelajaran, menugaskan guru untuk secara langsung mendampingi setiap siswa atau kelompok siswa di tempat tinggal mereka, guna memastikan keamanan dan efektivitas.
Menyesuaikan rencana pendidikan sekolah, mengembangkan rencana belajar pengganti bagi siswa untuk memastikan penyelesaian semester pertama dan seluruh program pendidikan tahun ajaran sesuai dengan rencana pendidikan umum setempat dan seluruh negara.
[iklan_2]
Sumber: https://toquoc.vn/day-hoc-o-nhung-vung-bi-anh-huong-boi-bao-lu-dieu-chinh-ke-hoach-xay-dung-ke-hoach-hoc-bu-20240919174500102.htm
Komentar (0)