Melalui program famtrip, Thanh Hoa telah mempromosikan hubungan yang kuat dengan provinsi dan kota di wilayah Tenggara.
Sejak tahun 2022 (setelah pariwisata dibuka kembali sepenuhnya pascapandemi COVID-19), salah satu langkah penting dalam kegiatan pariwisata provinsi ini adalah partisipasi aktif dalam klaster keterkaitan. Klaster keterkaitan ini mencakup klaster keterkaitan antara Provinsi Thanh Hoa dan Ninh Binh - Nghe An; provinsi-provinsi di wilayah Barat Laut; perluasan wilayah Tenggara; perluasan Delta Sungai Merah... Tidak hanya berhenti pada penandatanganan perjanjian kerja sama, kegiatan keterkaitan juga telah ditingkatkan secara bertahap melalui pengembangan wisata dan rute antarprovinsi, serta penyelenggaraan acara budaya dan pariwisata bersama. Selain itu, instansi pemerintah dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah telah berbagi pengalaman dalam pengelolaan destinasi dan pengembangan produk yang sesuai untuk setiap segmen pelanggan.
Menurut Bapak Le Xuan Thao, Ketua Asosiasi Pariwisata Provinsi, kunci dari upaya Thanh Hoa dalam memperbarui keterkaitan adalah berpikir terbuka dan tindakan praktis. "Thanh Hoa tidak hanya mempromosikan potensi dan keunggulan pariwisatanya, tetapi juga secara proaktif mempromosikan daerah-daerah lain dalam klaster keterkaitan. Ketika wisatawan datang ke Thanh Hoa, akan ada banyak rute wisata yang menghubungkan ke Ninh Binh, Nghe An, Ha Tinh, atau provinsi-provinsi di wilayah tengah dengan kondisi lalu lintas yang kondusif bagi wisatawan. Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan lama tinggal dan tingkat pengeluaran wisatawan, tetapi juga menciptakan keterkaitan antardaerah. Selain itu, daerah-daerah juga berfokus pada pengembangan produk-produk khas untuk menghindari duplikasi dan mencapai keterkaitan yang efektif dan berkelanjutan," analisis Bapak Thao. Hal ini menunjukkan bahwa keterkaitan bukan lagi formalitas, melainkan secara bertahap menjadi isi pembangunan yang substantif, di mana peran pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas pariwisata disejajarkan dengan kepemimpinan pemerintah daerah.
Sorotan lain dalam inovasi provinsi ini adalah peningkatan kualitas kemitraan publik-swasta dalam pengembangan pariwisata. Tak lagi sekadar program promosi yang tersebar, dalam konferensi promosi investasi pariwisata, pemerintah daerah tidak hanya memperkenalkan potensi, tetapi juga menawarkan mekanisme dukungan yang spesifik, kebijakan pendamping yang transparan, dan komitmen yang kuat terhadap reformasi administrasi. Selain itu, badan usaha milik daerah di provinsi ini juga secara proaktif berpartisipasi dalam mempromosikan, mempromosikan, dan membina kerja sama dengan badan usaha pariwisata dalam negeri. Berkat hal ini, banyak proyek pariwisata berskala besar telah dan sedang dibentuk, yang menciptakan peningkatan infrastruktur dan layanan, serta mengubah wajah pariwisata lokal.
Menurut Bapak Bui Nghiem, Direktur Go Asia Travel Company (Hanoi), Thanh Hoa secara bertahap menegaskan posisi dan mereknya dalam perjalanan penghubung. “Kami jelas merasakan penerimaan dan dukungan pemerintah. Tidak hanya mengajak kerja sama, pemerintah daerah juga secara proaktif duduk bersama para pelaku usaha untuk mengarahkan pengembangan produk, merencanakan promosi, dan bersama-sama mengatasi kesulitan. Penerimaan dan konsistensi dalam perspektif pengembangan pariwisata inilah yang telah membantu Thanh Hoa menjalin hubungan erat dengan para pelaku usaha perjalanan besar di wilayah Utara, menciptakan kondisi bagi produk-produk penghubung regional untuk memiliki vitalitas dan daya saing yang lebih besar,” ungkap Bapak Nghiem.
Dari fondasi yang kokoh tersebut, pariwisata Thanh Hoa secara bertahap mengukuhkan posisinya sebagai pusat penghubung pariwisata wilayah Tengah Utara dan selanjutnya, koridor pariwisata Timur-Barat. Dengan sistem transportasi yang relatif sinkron, Thanh Hoa menjadi titik penghubung penting antara provinsi-provinsi di Utara dan Dataran Tinggi Tengah-Tengah. Hal ini membuka peluang besar untuk membentuk rute pariwisata lintas wilayah jangka panjang, dari Hanoi - Thanh Hoa - Nghe An ke destinasi wisata utama di wilayah Tengah, atau rute pariwisata hijau dari pegunungan Pu Luong ke provinsi-provinsi di Barat Laut, sehingga meningkatkan kapasitas integrasi pariwisata lokal.
Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam keterkaitan regional, seperti: lemahnya kerja sama antar badan usaha, kurangnya produk bersama dengan merek yang kuat, infrastruktur beberapa destinasi belum sinkron, dan keterbatasan sumber daya manusia. Agar klaster pariwisata dapat mengembangkan pariwisata secara efektif dan berkelanjutan, beberapa pakar pariwisata berpendapat bahwa peran koordinasi umum lembaga pengelola negara perlu terus ditingkatkan, menciptakan mekanisme pembagian keuntungan yang adil, dan mendorong peran komunitas bisnis lokal.
Penataan ulang klaster pengembangan pariwisata, dengan pemikiran terbuka, tindakan praktis, dan partisipasi yang sinkron antar pemangku kepentingan, membantu Thanh Hoa secara bertahap mengukuhkan dirinya sebagai destinasi menarik di peta pariwisata Vietnam. Seiring dengan integrasi yang semakin mendalam ke dalam rantai pariwisata domestik, Thanh Hoa membuktikan bahwa: agar pariwisata dapat berkembang pesat, dibutuhkan tidak hanya sumber daya, tetapi juga cara-cara baru, sistematis, dan visioner dalam berkarya, dan "jika Anda ingin melangkah lebih jauh, melangkahlah bersama".
Artikel dan foto: Hoai Anh
Source: https://baothanhhoa.vn/dinh-hinh-cach-lam-moi-trong-cac-cum-lien-ket-phat-trien-du-lich-256233.htm
Komentar (0)