Stellantis telah mengkonfirmasi akan mengintegrasikan teknologi baterai quasi-solid-state Factorial ke dalam kendaraan listrik berperforma tinggi mereka, Dodge Charger Daytona EV. Armada kendaraan demonstrasi yang menggunakan baterai baru ini akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Menurut perusahaan, baterai ini lebih ringan, lebih aman, dan memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi daripada baterai lithium-ion anoda cair saat ini, menjanjikan peningkatan kinerja keseluruhan, jangkauan berkendara yang lebih luas, dan waktu pengisian daya yang lebih singkat.

Battery FEST di Charger Daytona EV: fokus pada kepadatan energi
Pada prototipe Charger Daytona EV yang diuji, baterai solid-state Factorial mencapai kepadatan energi lebih dari 390 Wh/kg, jauh melebihi 200–300 Wh/kg dari baterai lithium-ion yang tersedia secara komersial. Ini merupakan perbedaan signifikan terhadap tujuan pengurangan bobot, peningkatan kapasitas penyimpanan energi, dan peningkatan keselamatan operasional.
Stellantis menyatakan bahwa pengintegrasian baterai FEST ke dalam platform STLA Large akan meningkatkan kinerja kendaraan secara keseluruhan, memperpanjang jangkauan, dan mengurangi waktu pengisian daya. Direktur Teknis Ned Curic menyebut ini sebagai "tonggak penting" dalam kolaborasi mereka dengan Factorial.
Peta jalan implementasi: armada demonstrasi akan dimulai pada tahun 2026.
Jajaran kendaraan yang menampilkan baterai semi-solid-state diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026, menandai langkah konkret dalam komersialisasi teknologi yang telah dinantikan selama lebih dari satu dekade. Stellantis belum mengumumkan jumlah kendaraan dalam jajaran ini, maupun jangka waktu kapan pelanggan dapat membeli kendaraan yang dilengkapi dengan baterai solid-state.
Rantai pasokan dan biaya: peningkatan lini produksi yang ada.
FEST (Factorial Electrolyte System Technology) dirancang untuk terintegrasi dengan lini produksi baterai lithium-ion yang sudah ada, mengurangi kebutuhan pembangunan pabrik baru dan berpotensi mempersingkat waktu dan biaya perluasan produksi. Saat ini Factorial mengoperasikan lini produksi baterai solid-state skala besar di Methuen, Massachusetts, dengan kapasitas 200 MWh per tahun.
Masalah peningkatan skala: tantangan besar namun dapat diatasi.
Tantangan utama bagi baterai solid-state terletak pada kecepatan peningkatan skala produksi. Alih-alih membangun pabrik baru dari awal, pendekatan Factorial dengan meningkatkan lini produksi lithium-ion diharapkan dapat menyelesaikan masalah peningkatan skala dengan lebih cepat. Stellantis, bersama dengan Mercedes-Benz dan Hyundai Motor Group, telah menginvestasikan ratusan juta dolar di Factorial, menunjukkan komitmen mereka untuk menjadikan baterai solid-state sebagai lompatan maju berikutnya untuk kendaraan listrik.
Kemampuan penyebaran pada sistem besar STLA
Platform STLA Large saat ini digunakan oleh Jeep, Alfa Romeo, Chrysler, dan Maserati. Jika produksi meningkat sesuai rencana, kendaraan listrik baterai solid-state dari merek-merek ini dapat segera muncul, memperluas jangkauan teknologi FEST dalam ekosistem Stellantis.
Informasi penting telah dirilis.
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Model kendaraan yang berlaku | Dodge Charger Daytona EV (mobil pameran) |
| Teknologi baterai | Baterai FEST quasi-solid-state dari Factorial |
| Kepadatan energi | Lebih dari 390 Wh/kg |
| Perbandingan referensi | Baterai lithium-ion komersial memiliki efisiensi sekitar 200–300 Wh/kg. |
| Saatnya beraksi | Pameran mobil tersebut dijadwalkan pada tahun 2026. |
| Platform kendaraan | STLA Besar |
| Kapasitas produksi | Lini produksi Methuen, Massachusetts; dengan kapasitas lengkap 200 MWh/tahun. |
| Orientasi produksi | Kemungkinan pemasangan pada jalur produksi lithium-ion yang sudah ada. |
| Investor di bidang Faktorial | Stellantis, Mercedes-Benz, Hyundai Motor Group |
| Status perdagangan | Jumlah kendaraan yang akan dipamerkan dan tanggal mulai penjualan belum diumumkan. |
Menyimpulkan
Integrasi baterai semi-solid-state Factorial ke dalam Charger Daytona EV meletakkan fondasi penting untuk meningkatkan performa, jangkauan, dan waktu pengisian daya. Dengan memanfaatkan lini produksi lithium-ion yang sudah ada dan memperluas kemampuan manufaktur di AS, Stellantis mengambil langkah besar menuju komersialisasi baterai solid-state. Setelah ekspansi berjalan sesuai rencana, teknologi ini dapat dengan cepat menyebar ke kendaraan listrik lain yang berbasis pada platform STLA Large.
Sumber: https://baonghean.vn/dodge-charger-daytona-ev-len-pin-ban-the-ran-factorial-10313430.html









Komentar (0)