Dalam pertukaran terbaru, 10 warga negara Israel dibebaskan dengan imbalan 30 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, menurut CNN. Dari 10 sandera, lima orang memiliki kewarganegaraan ganda, termasuk satu warga negara Amerika-Israel, satu warga negara Belanda-Israel, dan tiga warga negara Jerman-Israel.

Dua sandera dikawal oleh orang-orang bersenjata Hamas pada tanggal 29 November.
Selain itu, Hamas juga membebaskan empat warga negara Thailand dan dua orang berkewarganegaraan Rusia-Israel berdasarkan perjanjian terpisah.
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memfasilitasi pertukaran dan mengembalikan 16 sandera kepada otoritas Israel. Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi bahwa para sandera telah tiba di Israel. Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa 16 sandera akan dibawa ke lima rumah sakit untuk pemeriksaan medis.
Pimpinan CIA-Mossad bahas masa depan kesepakatan gencatan senjata di Gaza
Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi bahwa warga negara AS-Israel, Liat Beinin, telah dibebaskan. Presiden Biden mengatakan sandera tersebut aman di Mesir dan telah menghubungi kerabatnya. "Mereka sangat berterima kasih dan semuanya berjalan lancar. Ia akan segera pulang bersama ketiga anaknya," kata Biden. Status perempuan Amerika kedua yang diculik oleh Hamas belum diketahui.

Para sandera diangkut ke Ofakim (Israel) pada tanggal 30 November.
Dalam perkembangan terkait, empat truk pengangkut solar dan empat truk pengangkut minyak goreng dikirim dari Mesir ke badan-badan kemanusiaan PBB di Jalur Gaza pada 29 November. Sebuah badan Israel menyatakan bahwa truk-truk tersebut merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel-Hamas. Selain itu, 200 truk pengangkut bantuan kemanusiaan tiba di Jalur Gaza pada hari yang sama. Truk-truk tersebut mengangkut makanan, air, peralatan pembuatan tenda, dan pasokan medis .
Para sandera yang dibebaskan tersebut termasuk di antara sekitar 240 orang yang diculik oleh Hamas dalam serangan di Israel selatan pada 7 Oktober, yang menurut Israel menewaskan 1.200 orang. Israel merespons dengan melancarkan serangan balasan yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 15.000 orang di Jalur Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv (Israel) pada 30 November.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Tel Aviv dalam kunjungan ketiganya ke wilayah tersebut sejak serangan tersebut. Menurut Reuters, kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas perpanjangan gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza karena perjanjian tersebut akan berakhir lebih awal pada 30 November (waktu setempat).
Warga Gaza kembali ke rumah untuk menemukan jenazah dan menguburkan orang-orang terkasih selama gencatan senjata
Seorang pejabat Palestina mengatakan para negosiator sedang menjajaki kemungkinan membebaskan sandera pria Israel dengan formula yang berbeda, ketimbang kesepakatan tiga untuk satu yang selama ini hanya diterapkan pada wanita dan anak-anak.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)