Setelah pertemuan kebijakan dua hari, Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 4,25-4,5%.
Pernyataan setelah pertemuan tersebut mencerminkan pandangan yang lebih hati-hati terhadap prospek ekonomi . The Fed mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi telah melambat pada paruh pertama tahun ini, meskipun pasar tenaga kerja terus menguat dan tingkat pengangguran rendah. Namun, inflasi tetap di atas target The Fed sebesar 2%, meskipun telah menurun secara signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berbeda dengan pernyataan dalam pertemuan bulan Juni, kali ini Fed mencatat bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi masih tinggi dan belum ada tanda-tanda yang jelas untuk memutuskan menurunkan suku bunga.
Dalam konferensi pers kemudian, Ketua Fed Jerome Powell tetap berhati-hati dalam membiarkan opsi kebijakan moneter terbuka.
"Kami belum membuat keputusan apa pun untuk bulan September," ujar Bapak Powell, menekankan bahwa antara saat ini hingga pertemuan The Fed berikutnya, AS akan merilis lebih banyak data. The Fed menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini tetap berada pada tingkat pengetatan yang wajar, mengingat beberapa risiko ekonomi yang meningkat.

Presiden AS Donald Trump dan Ketua Fed Jerome Powell (Foto: CNBC).
Namun, minggu ini juga menandai pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun The Fed mencatat dua anggota Dewan Gubernur yang memberikan suara menentang keputusan bersama tersebut. Mereka adalah Gubernur Michelle Bowman dan Christopher Waller. Keduanya mengatakan bahwa The Fed harus mulai melonggarkan kebijakan moneter, mengingat inflasi yang terkendali secara bertahap dan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja.
Para pengamat mengatakan ini adalah pertama kalinya sejak akhir 1993 begitu banyak gubernur yang berselisih pendapat tentang kebijakan. Bapak Waller juga dianggap sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Ketua Jerome Powell tahun depan. Hal ini membuat suaranya semakin penting.
Pasar keuangan telah mengantisipasi keputusan untuk mempertahankan suku bunga. Namun, investor masih khawatir tentang tingkat perpecahan di dalam The Fed.
Para ahli juga mencatat bahwa ini juga merupakan pertemuan pertama sejak Presiden Donald Trump melakukan kunjungan bersejarah ke lokasi pembangunan kantor pusat Fed.
Perjalanan ini telah memicu kritik tajam dari Gedung Putih mengenai kelebihan modal, sebuah isu yang pasti akan dibahas dalam konferensi pers Bapak Powell nanti.
Di sisi ekonomi, The Fed menghadapi sejumlah pertanyaan, termasuk apakah tarif yang diberlakukan oleh Bapak Trump akan benar-benar menyebabkan inflasi seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Jika tidak, alasan penundaan penurunan suku bunga akan menjadi kurang meyakinkan, terutama dalam konteks tuntutan Bapak Trump yang berulang agar The Fed melakukan pelonggaran.
Julien Lafargue, kepala strategi di Barclays Private Bank, mengatakan masih ada ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada bulan September, tetapi hal itu akan bergantung pada data yang masuk. "Meskipun keputusan The Fed mungkin tidak mengejutkan, pertemuan tersebut akan tetap menarik," ujarnya dalam sebuah catatan.
Sumber: https://dantri.com.vn/kinh-doanh/fed-giu-nguyen-lai-suat-nhung-phat-tin-hieu-moi-lam-chao-dao-thi-truong-20250730201517646.htm
Komentar (0)