Media sosial Thailand baru-baru ini ramai dengan insiden petinju Saddam Kietyongyuth yang "dipukuli" di halte bus. Mantan juara kelas ringan Asia WBC ( World Boxing Council) itu diserang sekelompok orang, membuatnya memar dan berdarah.
Menyerang seorang penjaga keamanan, seorang jago dua bela diri dipukuli dan memar.
Saddam Kietyongyuth lahir pada tahun 1983 dan merupakan seorang petinju dengan rekor 28 kemenangan (22 KO) dan hanya 8 kekalahan. Ia juga berkompetisi dalam Muay Thai.
Sebagian besar kekalahan Saddam Kietyongyuth terjadi di penghujung kariernya. Mantan juara kelas ringan Asia ini pensiun pada tahun 2022 setelah lima kekalahan beruntun di ring tinju.
Saddam Kietyongyuth terluka saat membeli tiket bus. Konflik terjadi ketika mantan petinju tersebut berdebat dengan seorang petugas keamanan tentang di mana ia harus memarkir sepeda motornya. Rekaman video pengawas di lokasi kejadian menunjukkan bahwa Saddam Kietyongyuth-lah yang pertama kali bertindak.
Setelah seorang petugas keamanan dikejar oleh Saddam Kieyongyuth, dua orang lainnya bergegas masuk dan meninju mantan raja tinju Asia tersebut. Sekelompok pria lain yang berpakaian seperti pengemudi ojek juga menyerbu masuk.
Saddam Kietyongyuth mencoba melawan, tetapi tidak berdaya karena lawannya terlalu banyak. Mantan petinju itu langsung pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.
Thai News melaporkan bahwa mantan petinju itu ingin melawan para penyerang secara langsung atau membawa masalah ini ke pengadilan. Seorang petugas keamanan yang terlibat dalam perkelahian menuduh Saddam Kietyongyuth sebagai provokator. Setelah polisi memperingatkannya, kedua belah pihak memutuskan untuk mencapai kesepakatan.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/hanh-hung-nhan-vien-bao-ve-cao-thu-2-mon-vo-bi-danh-bam-dap-ar930511.html
Komentar (0)