Seorang pria mendayung perahu di Laut Ionia dekat pemukiman Sidari di Pulau Corfu, Yunani. (Foto: Reuters)
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menekankan bahwa ini akan menjadi taman laut terbesar di kawasan Mediterania, yang berkontribusi pada perlindungan mamalia, penyu laut, burung laut, dan anjing laut.
Menurut rencana, taman laut Aegean seluas 9.500 kilometer persegi akan direncanakan di sekitar kepulauan Cyclades, sehingga total luas kedua taman menjadi 27.500 kilometer persegi.
Pemerintah Yunani juga berencana memperluas kawasan lindung di masa mendatang. Penangkapan ikan dengan pukat laut dalam akan dilarang di kawasan ini.
Namun, rencana tersebut mendapat reaksi keras dari Turki, yang Kementerian Luar Negerinya menuduh Yunani "mengeksploitasi nilai-nilai universal seperti lingkungan" dan bersikeras bahwa taman-taman tersebut "tidak memiliki dampak hukum" terhadap sengketa yang ada di Laut Aegea dan Mediterania.
Ankara menyerukan untuk menghindari tindakan sepihak dan mengatakan akan mengumumkan proyeknya sendiri untuk melindungi kehidupan laut dalam beberapa hari mendatang, sambil menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Athena untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
Konsultasi publik mengenai batas-batas yang baru diumumkan akan berlangsung hingga 22 September. Setelah itu, Kementerian Lingkungan Hidup Yunani berencana untuk menyerahkan dua keputusan presiden kepada Dewan Negara pada akhir Oktober untuk meresmikan penetapan taman laut tersebut.
Menurut VNA
Sumber: https://baothanhhoa.vn/hy-lap-cong-bo-ranh-gioi-cua-hai-cong-vien-bien-lon-nhat-dia-trung-hai-255663.htm
Komentar (0)