Yang istimewa, petir hanya menyambar di tempat yang sama, pada waktu yang sama, dan berulang selama 300 hari dalam setahun. Yaitu ketika matahari terbenam di atas Danau Maracaibo—sebuah danau payau besar di barat laut Venezuela—dan juga ketika angin kencang bertiup, guntur dan kilat mulai membelah langit. Selama bertahun-tahun, penduduk setempat sering menyaksikan "amarah" alam dengan badai petir yang mengamuk selama sekitar 10 jam setiap malam.
Karena ribuan sambaran petir yang menyambar langit setiap malam, langit di atas Danau Maracaibo hampir selalu terang benderang. Penduduk setempat bahkan memanfaatkan cahaya tersebut untuk menavigasi perahu mereka di malam hari. Guinness Book of World Records menganugerahi Danau Maracaibo gelar "tempat yang paling sering disambar petir di dunia".
Guinness Book of Records telah menganugerahkan gelar "Sambaran Petir Terbanyak di Dunia" kepada Danau Maracaibo. (Foto: AS)
Kilatan petir ini telah digunakan oleh para pelaut sebagai penanda alam selama berabad-abad. Kilatan ini disebut "Suar Maracaibo" atau "Kilat Catatumbo". Penduduk setempat dapat melihat kilatan petir ini dari jarak lebih dari 400 kilometer.
Danau Maracaibo paling sering disambar petir pada bulan Oktober, ketika serangkaian badai membawa hujan lebat dan guntur. Terkadang, wilayah tersebut mengalami hingga 28 sambaran petir dalam satu menit—cukup untuk menyalakan 100 juta bola lampu.
Para ahli telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari penjelasan atas fenomena aneh ini. Salah satu teori menyebutkan bahwa petir tersebut tertarik oleh endapan uranium di sekitar Danau Maracaibo. Namun, karena kurangnya bukti, teori ini telah dibantah.
Para ilmuwan kemudian menduga bahwa udara di atas Danau Maracaibo memiliki konduktivitas listrik yang meningkat akibat metana yang naik dari ladang minyak di bawahnya. Ketika metana yang terionisasi bertemu dengan udara dingin dari pegunungan, terjadi pertemuan dua arus listrik, menghasilkan muatan besar yang dilepaskan sebagai petir.
Setiap tahun, Danau Maracaibo disambar petir 300 hari dalam setahun. (Foto: AS)
Medan dan pola angin yang unik di wilayah tersebut juga berkontribusi terhadap fenomena ini. Petir Maracaibo berasal dari awan badai besar di ketinggian di atas 5.000 m. Tergantung pada kelembapan udara pada malam yang berbeda, petir yang muncul di area Danau Maracaibo memiliki warna yang berbeda-beda.
Saat kelembapan tinggi, kilat akan memancarkan warna merah, merah muda, oranye, hingga ungu. Saat kelembapan rendah, kilat akan memancarkan warna putih. Dalam satu malam, orang-orang dapat melihat kilatan petir dengan warna-warna yang tak terhitung jumlahnya.
Akibatnya, semakin banyak wisatawan pemberani berbondong-bondong ke tempat ini untuk menyaksikan "pertunjukan" suara dan cahaya langit dan bumi yang spektakuler. Banyak orang terkesima dan merasa bersemangat saat mengagumi fenomena istimewa ini.
Beberapa ilmuwan juga mengungkapkan bahwa waktu terbaik untuk melihat kilat unik yang muncul di Danau Maracaibo adalah antara bulan September dan November setiap tahun.
Quoc Thai (Sumber: AS)
Berguna
Emosi
Kreatif
Unik
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)