Tanaman ini sangat familiar karena buahnya merupakan bumbu yang tak terpisahkan dalam setiap hidangan. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa daun tanaman ini adalah sayuran, ramuan obat yang sangat berharga dengan manfaat yang luar biasa.
Manfaat daun yang dikenal sebagai sayuran premium
Ada daun yang familiar yang banyak orang pikir rasanya pahit seperti buah, tetapi sebenarnya daun ini adalah sayuran yang sangat berharga dengan manfaat kesehatan yang luar biasa.
Daun cabai sering diibaratkan sebagai kalsium yang diberikan surga karena mengandung kalsium yang sangat tinggi. Diperkirakan setiap 100 gram daun cabai akan menambah hampir 233 mg kalsium ke dalam tubuh.
Selain itu, daun cabai kaya akan karoten, vitamin C, dan serat. Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa daun ini bergizi, baik untuk sistem pencernaan, meningkatkan sekresi lambung, dan meningkatkan nafsu makan.

Daun cabai dua kali lebih kaya kalsium daripada susu, lezat jika dimasak dalam sup, membantu memperkuat limpa...Foto ilustrasi.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Mengonsumsi daun cabai dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh berkat kandungan fitokimia dan asam fenoliknya. Zat-zat ini digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu tubuh mencegah penyakit. Daun cabai juga sangat baik dalam membantu detoksifikasi. Selain itu, daun cabai juga memiliki efek pendinginan, diuretik, tonik paru-paru, dan tonik hati...
Pengobatan Artritis: Menurut Pengobatan Timur, Daun cabai mengandung sifat antiperadangan yang tinggi sehingga dapat membantu mengobati radang sendi.
Detoksifikasi: Dengan sifat anti-infeksinya, daun cabai dapat membantu Anda menghindari keracunan makanan. Daun cabai juga membantu menyembuhkan luka dan gangguan kulit seperti kurap.
Kaya antioksidan: Antioksidan adalah semua yang kita butuhkan untuk menghancurkan radikal bebas yang membahayakan tubuh. Daun cabai mengandung sumber antioksidan yang tinggi, yang dapat mencegah kanker, katarak, penyakit kardiovaskular, dan sebagainya.
Baik untuk sistem pencernaan: Anda dapat menyembuhkan gangguan pencernaan dengan daun cabai. Rebus daun cabai segar sebagai teh dan minumlah setelah makan untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar.
Kaya kalsium: Menurut para ahli, daun cabai mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting yang baik untuk tubuh. Setiap 100 gram daun cabai mengandung sekitar 233 mg kalsium, lebih tinggi daripada susu yang hanya 118 mg.
Selain itu, asam amino dalam sayuran ini juga terbukti 3 kali lebih tinggi dibandingkan pada cabai.
Beberapa catatan saat memasak sup daun cabai
Daun cabai kaya akan nutrisi dan Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai cara memasak daun cabai, salah satunya adalah sup daun cabai yang dimasak dengan telur ayam atau sup daun cabai dengan udang.
Selain itu, tumis daun sambal dengan ampela ayam juga menjadi sajian lezat dan unik untuk mengganti menu makan keluarga.
Tips ampuh untuk memasak daun cabai yang lezat adalah merendamnya dalam air garam sebelum diolah. Garam tidak hanya membantu mendisinfeksi dan membersihkan, tetapi juga membantu mengurangi rasa pahit daun ini.

Sup daun cabai lezat dan bergizi untuk kesehatan.
Jika Anda tidak punya waktu, tumis daun cabai dengan bawang putih juga merupakan hidangan yang sederhana, cepat, dan mudah dibuat. Kupas dan haluskan bawang putih, lalu tumis dalam minyak panas. Cuci daun cabai, haluskan, lalu masukkan ke dalam wajan.
Bagi yang suka cabai, tentu saja bisa menambahkan cabai segar cincang untuk menambah rasa. Aroma cabai yang tajam dan pedas bisa menghangatkan badan setelah hidangan selesai.
Layaknya tanaman lain, cabai juga memiliki banyak jenis. Tergantung pada kebutuhan hidangan keluarga Anda, seperti hiasan (paprika, paprika) atau bumbu (cabai rawit, cabai rawit, dll.), Anda dapat menentukan jenis cabai yang tepat.
Catatan kecil saat memasak sup daun cabai: Daun cabai sangat lunak, jadi jangan dimasak terlalu lama. Masaklah secukupnya, daun cabai akan berwarna hijau setelah matang, bukan kuning.
Rahasia menanam cabai
Sebelum disemai, benih perlu direndam dalam air hangat bersuhu sekitar 50 derajat Celcius (perbandingan 2 air mendidih dan 3 air dingin) selama 2-8 jam sebelum disemai untuk memastikan perkecambahan yang lebih baik. Setelah direndam, keluarkan benih dan jemur di bawah sinar matahari.

Masukkan tanah pot yang telah dipupuk ke dalam nampan semai atau pot berlubang drainase. Selanjutnya, taburkan benih sesuai kebutuhan ke dalam tanah dan tutupi benih dengan lapisan tanah tipis.
Anda harus menyiram benih setiap hari agar kelembapannya cukup. Selain itu, letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari atau gunakan lampu bohlam untuk menghangatkan benih saat cuaca mendung.
Setelah bibit tumbuh sekitar 10 - 15 cm tingginya, pindahkan bibit dari nampan ke pot berisi tanah.
Anda harus memilih tanaman yang sehat untuk ditanam di pot terpisah atau menanam 2 tanaman dalam 1 pot untuk tanaman yang tidak sehat.
Catatan: Setelah cabai berbuah selama kurang lebih 35-40 hari dan berubah warna menjadi merah, sebaiknya dipanen untuk mendapatkan buah berkualitas terbaik. Saat panen, potong semua batang buah, tetapi jangan sampai patah cabangnya, dan sebaiknya dipanen setiap 2 hari sekali.
Terutama jika Anda ingin menggunakan daun cabai sebagai sayuran dalam makanan Anda, ini juga merupakan waktu yang ideal untuk memanen.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/la-cua-cay-nay-duoc-vi-nhu-nhan-sam-nguoi-ngheo-dung-bo-phi-192241129144914122.htm
Komentar (0)