Di sini, Ibu Susan Campbell, ahli gizi di Klinik Cleveland (AS) yang terkenal, akan menjelaskan mengapa Anda tidak boleh membuang rambut jagung.
Penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung mengandung karbohidrat, serat, mineral seperti kalsium, zat besi, natrium, kalium, seng, klorida, dan protein, menurut Klinik Cleveland.
Rambut jagung telah lama digunakan sebagai obat herbal untuk tujuan pengobatan.
Berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari rambut jagung:
Jaga kesehatan sistem kemih Anda
Ekstrak rambut jagung memiliki efek diuretik yang kuat, membantu buang air kecil lebih banyak, sehingga mencegah infeksi saluran kemih dan infeksi kandung kemih.
Teh rambut jagung juga direkomendasikan untuk anak-anak yang mengompol dan orang dewasa yang mengalami inkontinensia. Rambut jagung juga dapat mencegah batu ginjal dan melindungi ginjal dari kerusakan akibat obat-obatan atau perawatan kanker.
Menurunkan tekanan darah
Sifat diuretik rambut jagung juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi rambut jagung bersamaan dengan obat tekanan darah dapat menurunkan tekanan darah lebih baik daripada hanya mengonsumsi obat saja.
Namun, Campbell memperingatkan bahwa orang yang mengonsumsi diuretik atau obat tekanan darah mungkin berisiko mengalami kekurangan kalium jika mengonsumsi rambut jagung karena efek gandanya. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.
Mencegah penyakit
Itu Flavonoid dalam rambut jagung memiliki efek antioksidan yang sebanding dengan vitamin C. Antioksidan ini memiliki efek anti-inflamasi dan membantu mencegah penyakit seperti kanker dan diabetes, catat Campbell.
Mengurangi kadar gula darah
Ekstrak rambut jagung merupakan salah satu metode pengelolaan diabetes. Menurut penelitian, ekstrak ini dapat menurunkan gula darah dan membantu mencegah komplikasi seperti kerusakan saraf akibat diabetes.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak rambut jagung dapat memperlambat penyerapan pati, mencegah lonjakan gula darah, menurut Klinik Cleveland.
Namun para ahli menyarankan orang yang mengonsumsi obat diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum meminumnya karena gula darah yang terlalu rendah juga bisa berbahaya.
Flavonoid dalam rambut jagung dapat meningkatkan kadar kolesterol dengan mengurangi trigliserida dan kolesterol jahat LDL.
Meningkatkan kadar kolesterol
Flavonoid dalam rambut jagung dapat meningkatkan kadar kolesterol dengan mengurangi trigliserida dan kolesterol jahat LDL. Kolesterol jahat ini menyebabkan pembentukan plak di dalam arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, jelas Campbell.
Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa rambut jagung membantu mengurangi kadar kolesterol dan lemak darah pada penderita angina.
Cara menggunakan rambut jagung
Rambut jagung cincang segar dapat digunakan untuk membuat sup.
Bisa juga dikeringkan untuk dijadikan teh atau digiling menjadi bubuk dan ditaburkan di atas semur dan smoothie.
Cara membuat teh rambut jagung:
Tambahkan 2 cangkir air (240 ml/cangkir) dan 2 genggam rambut jagung ke dalam panci, tutup, dan didihkan.
Kecilkan api dan biarkan mendidih selama 10 menit.
Matikan api dan tutup selama 30 menit.
Saring rambut jagungnya dan nikmati.
Siapa saja yang tidak boleh menggunakan rambut jagung?
Campbell menyarankan untuk tidak mengonsumsi rambut jagung jika Anda sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat-obatan seperti obat antiinflamasi, obat tekanan darah, pengencer darah, diuretik, dan obat diabetes atau insulin.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/loi-ich-khong-ngo-cua-rau-bap-doi-voi-duong-huet-va-cholesterol-185240611170631594.htm
Komentar (0)