Dalam rangka memperkuat peran dan tanggung jawab ketua sesuai usulan para delegasi, rancangan undang-undang ini telah menyempurnakan substansi pembedaan antara tugas dan wewenang umum Komite Rakyat dengan tugas dan wewenang khusus Ketua Komite Rakyat dalam rangka meningkatkan kewenangan Ketua Komite Rakyat tingkat kecamatan yang baru. Berdasarkan ketentuan undang-undang ini, Ketua Komite Rakyat tingkat kecamatan memiliki 17 tugas dan wewenang; sedangkan Ketua Komite Rakyat tingkat kelurahan memiliki 23 tugas dan wewenang.
Tugas dan Wewenang Ketua Komite Rakyat Komune (Pasal 23 Undang-Undang tentang Organisasi Pemerintahan Daerah)
1. Memimpin dan mengarahkan pekerjaan Komite Rakyat; mengadakan dan memimpin rapat-rapat Komite Rakyat.
2. Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan tugas pelaksanaan Undang-Undang Dasar, peraturan perundang-undangan, dokumen lembaga negara yang lebih tinggi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Komite Rakyat yang setingkat; memeriksa dan menangani pelanggaran dalam proses pelaksanaan Undang-Undang Dasar dan peraturan perundang-undangan di daerah.
3. Memimpin dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan aparatur pemerintahan negara, menjaga kesatuan dan kelangsungan pemerintahan; melaksanakan reformasi administrasi, reformasi pelayanan publik, dan reformasi aparatur sipil negara pada instansi pemerintahan negara di daerah; menerapkan teknologi informasi dan transformasi digital secara efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di tingkatnya, dalam menangani urusan pemerintahan, dan menyelenggarakan pelayanan publik di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Memimpin, mengarahkan, mendesak dan memeriksa pekerjaan badan-badan khusus dan organisasi administratif lainnya di bawah Komite Rakyat pada tingkat yang sama.
5. Memimpin dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelaksanaan perkiraan anggaran daerah; mengelola dan menggunakan secara efektif modal investasi, keuangan, sumber anggaran, aset publik, dan infrastruktur yang ditugaskan di daerah sesuai dengan ketentuan hukum dan desentralisasi Komite Rakyat Provinsi.
6. Memimpin dan mengatur pelaksanaan tugas pembangunan sosial ekonomi, pengembangan sektor dan bidang, pengembangan ekonomi swasta, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi dan transformasi digital di daerah; mengatur pelaksanaan manajemen negara di daerah di bidang ekonomi, pertanahan, pertanian, kawasan perdesaan, sumber daya, lingkungan hidup, perdagangan, jasa, industri, konstruksi, transportasi, pendidikan, kesehatan, pembuatan undang-undang, administrasi peradilan, dukungan peradilan, urusan dalam negeri, ketenagakerjaan, informasi, budaya, kemasyarakatan, pariwisata, pendidikan jasmani dan olahraga di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Memimpin dan mengatur pelaksanaan tugas di bidang luar negeri, menjamin pertahanan, keamanan, ketertiban, dan keselamatan sosial di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; melindungi harta benda instansi dan organisasi, melindungi kehidupan, kesehatan, kemerdekaan, kehormatan, martabat, harta benda, hak dan kepentingan sah lainnya dari warga negara, menjamin hak asasi manusia; mencegah dan memberantas kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
8. Mengarahkan dan mengatur pelaksanaan kebijakan di bidang kesukuan dan agama; memelihara dan memajukan jati diri budaya suku bangsa dan pemeluk agama di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
9. Memimpin dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan penyelenggaraan jenis perencanaan yang telah disetujui oleh instansi yang berwenang di daerah; mengelola pasar, pusat perbelanjaan, tempat wisata, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, sarana kesehatan, dan sarana kesejahteraan sosial yang menjadi kewenangannya; memelihara adat istiadat setempat, mengelola sarana budaya, olah raga, dan hiburan di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
10. Memimpin dan mengatur pelaksanaan perekrutan, penggunaan, dan pengelolaan pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan desentralisasi lembaga negara yang lebih tinggi; memutuskan pengangkatan, pemberhentian, pemindahan, dan pemberhentian pimpinan dan wakil pimpinan badan khusus, organisasi pemerintahan lainnya, dan satuan kerja perangkat daerah pada satu tingkat; memutuskan pemberhentian sementara Wakil Ketua Badan Khusus, organisasi pemerintahan lainnya, dan satuan kerja perangkat daerah pada satu tingkat.
11. Memimpin dan segera menangani keadaan darurat yang berkaitan dengan bencana alam, wabah penyakit, dan malapetaka di daerah.
12. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan publik yang esensial di wilayahnya, meliputi penerangan, penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah dan sampah, penyehatan lingkungan, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13. Menyelenggarakan penyelenggaraan penerimaan, penyelesaian pengaduan dan pengaduan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan korupsi, pemborosan, dan negativitas dalam kegiatan pemerintahan daerah di tingkatnya dan dalam kegiatan sosial ekonomi di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
14. Memimpin dan mengawasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa di daerahnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
15. Mengeluarkan keputusan dan dokumen administratif lainnya mengenai hal-hal yang termasuk dalam tugas dan kewenangannya; menghapus, mengubah, menambah, atau mengganti dokumen yang dikeluarkannya apabila dianggap tidak lagi sesuai atau melanggar hukum.
16. Mewakili Dewan Perwakilan Rakyat pada tingkatnya untuk memutuskan hal-hal yang menjadi kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat, kecuali hal-hal yang diatur dalam Ayat 2 Pasal 40 Undang-Undang ini dan melaporkannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat terdekat.
17. Melaksanakan tugas dan wewenang yang diberikan dan dilimpahkan serta tugas dan wewenang lain sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.

Tugas dan wewenang Komite Rakyat Lingkungan
Panitia Rakyat Daerah mempunyai tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 Undang-Undang ini, dengan tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. Menyusun dan mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat setingkat untuk dipertimbangkan dan diundangkan, resolusi-resolusi dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Pasal 24 Undang-Undang ini, serta mengatur pelaksanaan resolusi-resolusi Dewan Perwakilan Rakyat setingkat;
2. Melaksanakan keterkaitan dan kerjasama di bidang pembangunan ekonomi, prasarana perkotaan, perhubungan, dan lingkungan hidup dengan pemerintah daerah di lingkungan sekitar sesuai dengan desentralisasi Pemerintah Daerah Provinsi dan peraturan perundang-undangan, guna mewujudkan pembangunan yang serasi, saling terhubung, terpadu, dan harmonis antar wilayah perkotaan di wilayah tersebut;
3. Memungut biaya dan pungutan di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kewenangan daerah provinsi;
4. Menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan untuk mendorong pengembangan ekonomi perkotaan, perdagangan, jasa, keuangan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital sesuai dengan karakteristik kawasan perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. Menyelenggarakan penyelenggaraan program renovasi, pengindahan, dan pembangunan perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan desentralisasi Komite Rakyat Provinsi.
Tugas dan Wewenang Ketua Panitia Rakyat Daerah
Ketua Panitia Rakyat Daerah mempunyai tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, dan 17 Undang-Undang ini, dengan tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. Memimpin dan mengatur pelaksanaan perencanaan, program, dan rencana pembangunan perkotaan, yang menjamin keterpaduan, keterpaduan, dan keselarasan pembangunan antarwilayah perkotaan dalam satu wilayah; pemanfaatan dana tanah perkotaan untuk pembangunan prasarana perkotaan sesuai dengan desentralisasi dan peraturan perundang-undangan;
2. Memimpin dan mengatur pelaksanaan tindakan perlindungan lingkungan hidup perkotaan, pengelolaan sampah dan air limbah, pengendalian pencemaran lingkungan hidup, perlindungan ruang terbuka hijau dan ekosistem perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Memimpin dan bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan perbaikan prasarana perkotaan; melakukan pemeriksaan terhadap ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pembangunan perumahan dan pekerjaan konstruksi di kawasan perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
4. Memimpin dan mengatur pelaksanaan tindakan pengamanan, ketertiban, pencegahan kejahatan, keselamatan lalu lintas, pencegahan kemacetan lalu lintas, pencegahan kebakaran dan peledakan, serta menjamin terciptanya lingkungan hidup yang aman bagi penduduk perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
5. Memimpin dan mengatur pelaksanaan pengelolaan kependudukan perkotaan dan pencegahan gangguan sosial di wilayah perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
6. Melaksanakan tugas pengelolaan dan perlindungan ruang kota, arsitektur, dan lanskap;
7. Membimbing dan mengawasi kegiatan pengelolaan mandiri kelompok masyarakat permukiman di wilayahnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/luat-to-chuc-chinh-quyen-dia-phuong-sua-doi-tang-cuong-nhiem-vu-va-quyen-han-cua-chu-cich-ubnd-xa-phuong-post801299.html
Komentar (0)