Rusia ingin mengembangkan NSR agar dapat bersaing dengan Terusan Suez. Armada kapal pemecah es yang besar merupakan keuntungan utama bagi Rusia dalam mengoperasikan NSR. (Foto: TASS) |
Perwakilan Presiden Rusia di Timur Jauh Yuri Trutnev mengatakan bahwa Rusia telah meminta sistem perbankan China untuk berpartisipasi dalam asuransi kargo untuk rute transportasi ini karena Rusia percaya pada kapasitas sistem tersebut.
"NSR akan menjadi jalur transportasi baru dunia dan dapat sepenuhnya bersaing dengan Terusan Suez. Namun, banyak perusahaan pelayaran tidak menggunakan NSR karena barang yang melewatinya tidak diasuransikan," ujarnya.
Menurut statistik dari Administrasi Rute Laut Utara (Glavsevmorput), dari Januari hingga November 2023, 32 juta ton kargo melewati NSR, terutama gas alam cair (LNG), kondensat, bijih besi, minyak, barang beku, batu bara...
Pada tahun 2024, Moskow memperkirakan bahwa volume barang yang diangkut melalui NSR akan mencapai 72 juta ton, dan pada tahun 2030 akan mencapai hampir 200 juta ton.
Tahun ini, Rusia juga meluncurkan layanan navigasi maritim sepanjang tahun, bukan hanya musim panas seperti sebelumnya. Berkat layanan ini, transportasi kargo dapat tetap terjaga bahkan di musim dingin, yang bukan merupakan musim pengiriman tradisional.
Diperkirakan pada bulan-bulan pertama tahun 2024, produsen LNG independen Novatek akan melakukan pengiriman pertama ke kawasan Asia -Pasifik di bawah sistem navigasi sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, pada Desember 2023, Presiden Rusia Putin mengumumkan bahwa NSR semakin menunjukkan efisiensi logistik yang lebih baik daripada Terusan Suez. Moskow juga sedang menyusun rencana besar untuk mengembangkan armada pemecah es bertenaga nuklir. Dalam waktu dekat, negara itu akan meresmikan pemecah es Ledokol yang mampu menembus gunung es setinggi 6-7 meter.
Jalur Suez (NSR) adalah jalur laut terpendek yang menghubungkan Eropa dan Asia. Misalnya, jalur laut dari Murmansk ke Jepang melalui NSR adalah 9.280 km, sementara melalui Terusan Suez adalah 20.660 km.
Namun, NSR memiliki satu kekurangan: ia melewati lautan yang tertutup es dan membutuhkan kapal pemecah es nuklir untuk membuka jalan bagi kapal kargo. Meskipun demikian, Arktik masih bisa menjadi pilihan yang layak untuk pelayaran komersial.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)