Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak protein, terutama dari sumber hewani, dapat memberi tekanan pada ginjal, yang menyebabkan peningkatan filtrasi glomerulus. Kondisi ini, jika berkepanjangan, dapat menyebabkan kerusakan ringan pada glomerulus, sehingga meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal seiring waktu, menurut situs web kesehatan Medical News Today (UK).
Kacang hijau dan tahu merupakan makanan yang kaya akan protein nabati.
FOTO: AI
Untuk menjaga kesehatan ginjal, pengunjung pusat kebugaran sebaiknya memprioritaskan mengonsumsi makanan berikut ini:
Prioritaskan protein nabati
Dibandingkan dengan protein hewani, sumber protein nabati seperti kacang hijau, kacang hitam, lentil, kacang kedelai, dan produk kedelai seperti tahu, susu kedelai, akan lebih kaya serat, rendah asam, fosfat, dan lemak jenuh.
Normalnya, ginjal mampu membuang kelebihan fosfat. Namun, mengonsumsi terlalu banyak daging merah akan meningkatkan jumlah fosfat dalam tubuh, sehingga memaksa ginjal bekerja lebih keras. Kondisi ini, jika berkepanjangan, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme ginjal-tulang, yang berarti tulang terpengaruh oleh kesehatan ginjal yang buruk. Oleh karena itu, cara yang baik adalah mengganti sebagian protein dari daging dengan protein dari tumbuhan.
Hindari protein berlemak
Jika pengunjung pusat kebugaran mengonsumsi protein terutama dari hewan, mereka sebaiknya memprioritaskan protein dari ikan, ayam tanpa kulit, dan putih telur. Sumber protein ini rendah lemak berbahaya, rendah fosfat, dan lebih ramah ginjal.
Hindari mengonsumsi lebih dari 1,5 gram protein/kg berat badan.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari 1,5 gram protein per kilogram berat badan per hari, terutama dari sumber hewani, dapat menyebabkan ginjal menyaring secara berlebihan, sehingga meningkatkan tekanan pada glomerulus. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Gunakan bubuk protein secukupnya
Bubuk protein hampir wajib bagi para pengunjung pusat kebugaran yang ingin membentuk otot. Namun, banyak orang yang menyalahgunakan bubuk protein.
Selain mengonsumsi banyak makanan kaya protein seperti daging sapi dan dada ayam, mereka juga mengonsumsi banyak suplemen protein setiap hari. Kondisi ini menyebabkan asupan protein berlebih dan meningkatkan tekanan pada ginjal untuk menyaring darah, meskipun sudah minum banyak air.
Pola makan bervariasi
Menurut Institut Ginjal Nasional (NIDDK), pola makan sehat membutuhkan keseimbangan protein, karbohidrat, dan lemak, sekaligus mengendalikan natrium, kalium, dan fosfor untuk membatasi beban pada ginjal. Pola makan ini memprioritaskan sayur, buah, daging tanpa lemak, dan membatasi makanan olahan tinggi garam dan fosfor, menurut Medical News Today .
Sumber: https://thanhnien.vn/nguoi-tap-gym-can-an-gi-de-than-khoe-hon-185250821195658342.htm
Komentar (0)