Batuk yang terus-menerus dapat disebabkan oleh kondisi seperti infeksi saluran pernapasan, refluks asam, polusi udara, atau merokok.
Ada banyak penyebab batuk terus-menerus, yang dapat menjadi kronis, menyebabkan ketidaknyamanan dan memengaruhi kehidupan penderitanya.
Refluks asam: Kondisi ini menyebabkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Biasanya, penyebab utamanya adalah rasa terbakar di dada (heartburn), tetapi dalam beberapa kasus, dapat juga menyebabkan batuk dan mengi yang terus-menerus. Komponen asam yang naik kembali ke kerongkongan mengiritasi tenggorokan, menyebabkan batuk.
Infeksi saluran pernapasan: Batuk adalah salah satu gejala paling umum dari pilek, flu, dan infeksi saluran pernapasan lainnya yang mengganggu pernapasan normal. Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, gejala lain yang menyertai pilek dan flu termasuk hidung tersumbat dan demam. Batuk mungkin berlangsung lebih lama daripada gejala lainnya karena saluran udara di paru-paru tetap sensitif dan meradang.
Infeksi saluran pernapasan yang lebih serius meliputi pneumonia, yang dapat disebabkan oleh bakteri atau virus. Dalam kasus ini, batuk sering menghasilkan lendir berwarna hijau atau cokelat kemerahan, disertai demam, menggigil, nyeri dada, lemas, dan kelelahan; gejalanya bervariasi tergantung usia.
Batuk pasca-virus: Batuk yang terus-menerus setelah infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Hal ini disebabkan oleh reaksi berlebihan saluran pernapasan terhadap virus. Bisa juga disebabkan oleh jaringan otot polos yang melapisi saluran udara yang memerangkap iritan di tenggorokan.
Batuk yang terus-menerus dapat disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. (Gambar: Freepik)
Alergi parah: Iritasi di udara menyebabkan alergi pernapasan musiman pada sebagian orang, yang mungkin disertai dengan batuk terus-menerus. Kondisi ini umum terjadi pada penderita asma dan sering menggunakan steroid hirup untuk mengendalikan gejalanya.
Batuk rejan: Ini adalah penyakit pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Gejala umum meliputi demam ringan, pilek, dan batuk parah yang membuat sulit bernapas. Pada tahap awal, pasien mungkin tidak demam tetapi mengalami batuk ringan, yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Vaksinasi dapat mencegah batuk rejan pada anak kecil.
Kualitas udara buruk: Orang yang tinggal di dekat daerah dengan polusi udara dan sistem pernapasannya sensitif terhadap iritan mungkin mengalami batuk terus-menerus. Pada hari-hari dengan kualitas udara buruk, pasien harus membatasi waktu di luar ruangan, terutama di pagi hari saat udara dingin. Gunakan masker berkualitas tinggi, hindari tempat-tempat ramai, dan berolahraga di dalam ruangan daripada di luar ruangan.
Merokok: Perokok sering batuk sebagai reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan zat kimia dari rokok yang masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru. Awalnya, batuk mungkin berupa batuk kering, kemudian disertai dahak. Berhenti merokok dapat meringankan kondisi ini.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), merokok juga merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Pasien dengan batuk yang terus-menerus atau memburuk, nyeri dada, sesak napas, atau batuk berdarah harus segera mencari pertolongan medis.
Penderita batuk kronis yang tidak diketahui penyebabnya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Bao Bao (Menurut The Healthy, Health )
| Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang penyakit pernapasan di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber







