Mengonsumsi mentimun mentah membantu mendinginkan tubuh, meredakan panas, melancarkan buang air kecil, dan mengurangi pembengkakan. (Sumber: Freepik) |
Orang dengan diare kronis, limpa dan perut dingin
Bagi penderita masalah pencernaan dan perut dingin, mengonsumsi makanan seperti mentimun akan menyebabkan udara dingin terkumpul dalam tubuh, yang tidak baik untuk limpa dan lambung.
Di sisi lain, serat dalam mentimun membantu melancarkan usus. Namun, bagi penderita diare yang tidak diketahui penyebabnya, mengonsumsi mentimun justru akan memperburuk gejalanya.
Oleh karena itu, penderita penyakit limpa dan lambung, diare berkepanjangan sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi mentimun atau sebaiknya menghindarinya.
Pasien rentan terhadap masuk angin.
Orang-orang ini tidak cocok makan mentimun karena makanan ini dingin.
Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, penyebab mudah terserang flu sering kali disebabkan oleh kurangnya energi Yang dalam tubuh, sehingga mengakibatkan suhu bagian tubuh menurun, tubuh sering merasa lemas, serta tangan dan kaki dingin.
Pasien dengan gastritis kronis
Hal ini dikarenakan mentimun mengandung asam propanoat yang dapat menghambat proses pengubahan gula menjadi lemak di dalam tubuh manusia, sehingga secara tidak langsung menghambat sekresi asam lambung.
Asam lambung merupakan faktor penting dalam pencernaan manusia. Jika sekresi asam lambung tidak mencukupi, akan menyebabkan gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, kembung, dan masalah lainnya.
Penderita hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi acar mentimun.
Acar mentimun direndam dalam garam dalam jumlah banyak, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Dalam kasus yang parah, orang dengan riwayat tekanan darah tinggi akan menderita penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.
Catatan saat makan mentimun
Jangan makan mentimun dalam jumlah banyak, karena mengandung enzim yang memecah vitamin C. Makan terlalu banyak dapat menyebabkan kekurangan vitamin C.
Selain itu, komposisi nutrisi mentimun relatif sederhana. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, tubuh dapat kekurangan beberapa nutrisi yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan malnutrisi.
Jangan makan mentimun saat perut kosong karena dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memengaruhi kesehatan.
Perbedaan Antara Mentimun Mentah dan Mentimun Matang
Jika Anda memilih untuk mengonsumsi mentimun mentah, Anda dapat mempertahankan nutrisi maksimal seperti vitamin C dan serat, sekaligus dapat meredakan panas, menurunkan demam, diuretik, dan mengurangi pembengkakan. Namun, jika fungsi pencernaan tidak baik, mengonsumsi mentimun mentah dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan gejala tidak nyaman seperti kembung dan sakit perut.
Jika Anda mengonsumsi mentimun yang dimasak, sebagian seratnya dapat hilang karena pemanasan, tetapi pemanasan membuat mentimun lebih lembut dan lebih lentur, sekaligus meningkatkan rasa dan aromanya. Mengonsumsi mentimun yang dimasak juga dapat membantu penyerapan karoten secara optimal, yang lebih bermanfaat bagi kesehatan.
Makanan yang tidak boleh dimakan bersama mentimun
Es krim: Mentimun dan es krim sama-sama makanan dingin. Jika dimakan dalam jumlah banyak sekaligus, keduanya dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala seperti sakit perut dan diare.
Tomat: Tomat kaya akan vitamin C, tetapi mentimun mengandung enzim yang dapat memecah vitamin C dan menyebabkan hilangnya nutrisi dalam tomat.
Seledri: Mentimun dan seledri adalah sayuran populer yang kaya serat. Jika dikonsumsi berlebihan, keduanya dapat memengaruhi fungsi pencernaan pasien, menyebabkan gangguan pencernaan.
Bayam: Mentimun kaya akan enzim yang dapat memecah vitamin C dalam sayuran.
Cara memilih mentimun yang lezat
Membentuk:
Pilih mentimun yang permukaannya halus, berwarna hijau cerah, dan tidak memiliki memar atau bintik yang terlihat. Hindari mentimun yang berwarna kuning, lembek, atau memiliki noda yang terlihat jelas.
Ukuran:
Mentimun berkualitas baik harus berukuran dan berbentuk sedang. Hindari mentimun yang terlalu besar atau terlalu kecil. Mentimun berukuran sedang cenderung lebih lunak dan lebih lezat.
Elastisitas:
Remas kedua ujung mentimun dengan lembut. Mentimun berkualitas tinggi seharusnya memiliki elastisitas tertentu. Mentimun yang terlalu lunak bisa jadi merupakan tanda mentimun yang sudah tua atau kualitasnya buruk.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)