Penilaian mutu fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis mulai 1 Januari 2024 diatur dalam Undang-Undang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis 2023 (berlaku mulai 1 Januari 2024). Pembaca dipersilakan merujuk pada artikel di bawah ini.
Standar mutu fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis
Sesuai dengan Pasal 57 Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan Tahun 2023, standar mutu fasilitas pemeriksaan dan pengobatan kesehatan ditetapkan sebagai berikut:
(1) Standar mutu merupakan standar dan persyaratan keahlian manajemen dan teknis yang dijadikan dasar penilaian mutu pelayanan teknis atau spesialisasi masing-masing atau keseluruhan sarana pemeriksaan dan pengobatan medis berizin, meliputi:
- Standar mutu dasar fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan ;
- Peningkatan standar mutu fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan ;
- Standar mutu untuk setiap spesialisasi atau layanan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan;
- Standar mutu fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis atau masing-masing spesialisasi atau layanan teknis yang dikeluarkan oleh organisasi dalam dan luar negeri yang diakui oleh Kementerian Kesehatan.
Dorong fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis untuk menerapkan 3 standar mutu berikut.
(2) Standar mutu sarana pemeriksaan dan pengobatan medis atau setiap spesialisasi atau layanan teknis yang dikeluarkan oleh organisasi dalam negeri atau organisasi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Kesehatan harus sesuai dengan kondisi di Vietnam, tidak lebih rendah dari standar mutu dasar sarana pemeriksaan dan pengobatan medis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan memastikan persyaratan minimum berikut:
- Memastikan ilmiah dan efektif;
- Memastikan penilaian menyeluruh terhadap karakteristik mutu dan komponen mutu;
- Diakui oleh organisasi internasional atas kualitas pemeriksaan dan perawatan medis, dan diterapkan di seluruh dunia.
Penilaian dan sertifikasi kualitas untuk fasilitas medis
Sesuai dengan Pasal 58 Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan Tahun 2023, penilaian dan sertifikasi mutu bagi fasilitas pemeriksaan dan pengobatan kesehatan diatur sebagai berikut:
(i) Penilaian dan sertifikasi mutu bertujuan untuk tujuan berikut:
- Memelihara dan meningkatkan mutu operasional fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis;
- Memberikan informasi agar pasien dan pembayar dapat memilih fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis yang tepat;
- Berfungsi sebagai dasar rekomendasi penanganan pelanggaran dan pemberian penghargaan hasil penilaian sesuai standar mutu dasar.
(ii) Prinsip-prinsip untuk menilai kualitas fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis meliputi:
- Independen, objektif, jujur, publik, transparan, dan legal;
- Mematuhi standar mutu pemeriksaan dan pengobatan medis yang dikeluarkan atau diakui oleh Kementerian Kesehatan;
- Penilaian mutu hanya dilakukan setelah sarana pemeriksaan dan perawatan medis memperoleh izin operasional sekurang-kurangnya 12 bulan;
- Lembaga atau organisasi penilaian dan sertifikasi mutu bertanggung jawab kepada hukum atas hasil penilaiannya.
(iii) Setiap tahun, fasilitas pemeriksaan dan pengobatan kesehatan bertanggung jawab melakukan penilaian mutu mandiri sesuai dengan Standar Mutu Dasar Fasilitas Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
(iv) Lembaga yang melakukan penilaian dan sertifikasi mutu sarana pemeriksaan dan pengobatan kesehatan yang telah memperoleh tanda registrasi kegiatan penilaian kesesuaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, melakukan penilaian mutu atas permintaan badan penyelenggara pemeriksaan dan pengobatan kesehatan negara atau sarana pemeriksaan dan pengobatan kesehatan itu sendiri.
(v) Hasil penilaian mutu diumumkan kepada publik pada sarana pemeriksaan dan pengobatan medis dan Sistem Informasi Manajemen Kegiatan Pemeriksaan dan Pengobatan Medis.
(vi) Berdasarkan hasil penilaian pada butir (iii) dan (iv), badan penyelenggara pemeriksaan dan pengobatan kesehatan negara melakukan pemeriksaan terhadap hasil penilaian mutu sarana pemeriksaan dan pengobatan kesehatan yang menjadi kewenangannya dengan berpedoman pada asas manajemen risiko.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)