Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Siswa Bahasa Inggris Berjuang di Era Kecerdasan Buatan

GD&TĐ - Selama beberapa dekade, industri bahasa, khususnya bahasa Inggris, telah menjadi simbol prospek karier, integrasi global, dan pengetahuan interdisipliner.

Báo Giáo dục và Thời đạiBáo Giáo dục và Thời đại19/07/2025

Namun, memasuki era kecerdasan buatan (AI), siswa di bidang ini menghadapi banyak tantangan.

Periode 1999-2010 dianggap sebagai "zaman keemasan" bahasa Inggris di Tiongkok, ketika negara tersebut bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Jumlah universitas yang melatih bahasa asing meningkat 3 kali lipat dan tingkat penyerapan tenaga kerja setelah lulus dari jurusan bahasa Inggris selalu melebihi 90%. Namun, angka tersebut terus menurun.

Data Kementerian Pendidikan Tiongkok menunjukkan bahwa antara tahun 2018 dan 2022 saja, 109 universitas berhenti menerima mahasiswa jurusan bahasa asing, dan 21 di antaranya menghentikan program Bahasa Inggris. Pada tahun 2024, sejumlah universitas bergengsi seperti Universitas Jinan dan Universitas Dirgantara Shenyang menghentikan pelatihan di bidang yang dulu dianggap penting ini.

Alasan utamanya berasal dari perkembangan AI yang luar biasa, terutama alat penerjemahan otomatis dengan akurasi hingga 95% dan biaya hanya 1% dibandingkan manusia. Penerjemahan mesin menguasai 40% pangsa pasar penerjemahan, sehingga mengurangi permintaan untuk posisi penerjemahan dan interpretasi dasar.

Tingkat pekerjaan mahasiswa Bahasa Inggris pada tahun 2023 turun menjadi 76,8%, lebih rendah dari rata-rata nasional, dan hanya sekitar 52% yang bekerja di bidang studi mereka.

Namun, alasan lainnya adalah siswa belum memiliki keterampilan yang memadai untuk bekerja. Banyak siswa yang mengambil jurusan bahasa, tetapi tidak dapat menulis email lamaran kerja yang lengkap, sementara AI dapat menulis dengan sangat cepat dan sistematis.

Realitas ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya terletak pada AI, tetapi juga pada program pelatihan yang ketinggalan zaman, kurang berorientasi interdisipliner dan kurang praktis. Bidang studi ini dulu berfokus pada tata bahasa, kosakata, dan keterampilan menulis esai, tetapi kurang memiliki kompetensi yang diperlukan seperti berpikir digital, keterampilan teknologi, atau pengetahuan mendalam di bidang-bidang seperti hukum, ekonomi , dan komunikasi.

Dai Jiangwen, Dekan Departemen Bahasa Inggris di Universitas Jiaotong Beijing, percaya bahwa industri bahasa perlu "dioptimalkan", bukan dihilangkan. Ia menekankan nilai-nilai kemanusiaan unik yang tidak dapat digantikan oleh AI, seperti empati, berpikir kritis, dan kepekaan budaya. Inilah elemen-elemen inti yang membantu orang berkomunikasi secara mendalam satu sama lain dalam konteks globalisasi.

Salah satu pendekatan yang dianjurkan oleh para akademisi adalah model pelatihan "Bahasa Inggris + X". Model ini merupakan kombinasi antara bahasa dan keahlian lain seperti ilmu data, hukum internasional, atau digital. Dengan demikian, mahasiswa bahasa dapat berpartisipasi dalam industri dengan pertumbuhan tinggi seperti e-commerce lintas batas, manajemen penerjemahan berbasis AI, atau pelatihan AI bahasa.

Khususnya bagi mahasiswa dengan orientasi interdisipliner dan tujuan internasional, jurusan Bahasa Inggris masih memainkan peran penting dalam diplomasi, komunikasi internasional, studi budaya, dan pengembangan teknologi bahasa.

Beberapa pakar bahkan percaya bahwa AI tidak akan menghilangkan industri bahasa Inggris, melainkan akan "memaksanya" untuk berkembang. Pembelajar tidak hanya perlu menguasai bahasa tersebut, tetapi juga tahu cara menerapkannya dalam konteks praktis, dan tahu cara menggunakan AI sebagai alat, bukan lawan.

"Industri bahasa Inggris sedang menurun secara global, tidak hanya di Tiongkok. Penyebabnya berasal dari kebijakan nasional, perkembangan AI, dan fokus industri pada pelatihan bahasa saja, yang gagal memenuhi tuntutan pasar baru," ujar Wu Bang, Dekan Sekolah Pendidikan Luar Negeri di Universitas Jiangsu.

Menurut China Daily

Sumber: https://giaoducthoidai.vn/sinh-vien-ngon-ngu-anh-lao-dao-thoi-tri-tue-nhan-tao-post740319.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk