Kunjungan Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke Australia diharapkan akan menciptakan langkah penting berikutnya dalam hubungan bilateral, terutama dalam lima bidang kerja sama potensial.
Minggu depan, Perdana Menteri Pham Minh Chinh beserta istrinya akan menghadiri KTT Khusus untuk merayakan 50 tahun hubungan ASEAN-Australia dan melakukan kunjungan resmi ke Australia. Sebelum kunjungan luar negeri Perdana Menteri Pham Minh Chinh, Duta Besar Australia untuk Vietnam, Andrew Goledzinowski, menyampaikan penilaian mengenai hubungan dan potensi kerja sama di masa mendatang antara kedua negara. Duta Besar tersebut mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan penting, tepat setelah peringatan 50 tahun hubungan Vietnam-Australia tahun lalu. Semua pemimpin penting Australia telah mengunjungi Vietnam.Perdana Menteri Pham Minh Chinh bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam rangka menghadiri KTT ASEAN 2022. Foto: VGP
Tahun ini, Australia akan menyambut seluruh pemimpin ASEAN. Perdana Menteri Pham Minh Chinh merupakan salah satu dari tiga pemimpin ASEAN yang akan melakukan kunjungan bilateral resmi ke Australia pada kesempatan ini. Australia sangat menghargai pentingnya Vietnam dan berharap dapat lebih mengembangkan serta meningkatkan hubungan bilateral setelah kunjungan ini. Duta Besar Andrew menyampaikan lima bidang kerja sama khusus yang akan menjadi fokus kunjungan ini. Pertama, penguatan kerja sama politik dan strategis. Vietnam dan Australia memiliki banyak kesamaan pandangan, seperti kemandirian regional, penghormatan terhadap hukum internasional, dan dukungan terhadap kawasan yang bebas dan terbuka. Kedua, kerja sama ekonomi dan perdagangan. Saat ini, Australia sedang menerapkan kebijakan ekonomi baru untuk Vietnam yang akan diumumkan oleh kedua Perdana Menteri. Dengan kebijakan ini, diharapkan akan menarik lebih banyak investasi Australia ke Vietnam. Ketiga, pendidikan —bidang di mana Australia merupakan mitra penting Vietnam. Duta Besar meyakini potensi kerja sama di bidang ini semakin besar. Perdana Menteri Pham Minh Chinh sangat tertarik dengan pendidikan dan akan menghadiri diskusi panel pendidikan di Canberra, yang akan menarik partisipasi seluruh universitas Australia. Keempat, transisi energi dan respons perubahan iklim. Dalam kunjungannya ke Vietnam pada Juni 2023, Perdana Menteri Australia mengumumkan paket dukungan Australia senilai $105 juta untuk bekerja sama dengan Vietnam dalam rangka mendorong transisi penting ini. Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga mengunjungi Vietnam dan mengumumkan dukungan tambahan sebesar $95 juta dari Australia untuk meningkatkan adaptasi iklim di wilayah Delta Mekong. Kedua belah pihak akan banyak berdiskusi mengenai isu-isu ini.Australia secara rutin mendukung pesawat yang mengangkut pasukan penjaga perdamaian Vietnam dalam misi. Foto: Nguyen Hue
Kelima, berbagi pengetahuan, inovasi, dan ilmu pengetahuan. Kedua negara tengah gencar mempromosikan kerja sama di bidang ini. Perdana Menteri Pham Minh Chinh sangat memprioritaskan transformasi digital. Duta Besar menyampaikan bahwa banyak gagasan kerja sama antara kedua negara akan digagas setelah kunjungan ini. Saat kunjungan Ketua Majelis Nasional Vuong Dinh Hue ke Australia pada akhir tahun 2022, para pemimpin kedua negara mengumumkan niat mereka untuk meningkatkan hubungan bilateral. Tahun lalu, Vietnam meningkatkan hubungan dengan tiga mitra penting: Korea Selatan, Jepang, dan AS. Oleh karena itu, Duta Besar Andrew Goledzinowski yakin bahwa kedua Perdana Menteri akan mengambil langkah penting berikutnya dalam hubungan antara Australia dan Vietnam. Sejumlah perusahaan dan korporasi terkemuka Australia diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Pham Minh Chinh untuk membahas peluang investasi. Vietnam memiliki prospek yang cerah di bidang energi surya, energi angin lepas pantai, dan sumber energi terbarukan lainnya. Bidang-bidang inilah yang dapat digarap dan dikembangkan bersama oleh Australia dan Vietnam. Terkait KTT Khusus ASEAN-Australia, Duta Besar menegaskan bahwa Australia ingin lebih memperkuat kerja sama ekonomi dengan ASEAN. ASEAN saat ini merupakan mitra dagang terpenting kedua Australia, bahkan melebihi Korea, Jepang, dan AS. Australia ingin memperkuat dan mengembangkan hubungan ini lebih lanjut berdasarkan fondasi tersebut, menuju pembangunan kerja sama strategis dan politik di kawasan. Beberapa informasi mengenai konferensi yang disampaikan Duta Besar adalah akan ada beberapa pengumuman penting mengenai kerja sama ekonomi, serta beberapa acara sampingan penting yang berlangsung di Melbourne seputar transisi energi bersih, kerja sama maritim, atau peran para pemimpin baru. ASEAN selalu menjadi mitra yang stabil dan dialog nilai-nilai. Dalam konferensi ini, kedua belah pihak akan membahas peran sentral ASEAN. ASEAN merupakan pusat kebijakan strategis regional Australia. Konferensi ini akan semakin memperkuat peran ASEAN dalam menjaga stabilitas, perdamaian , dan dialog di kawasan.Vietnamnet.vn
Sumber
Komentar (0)