![]() |
Banyak nota kesepahaman tentang ekspor produk pertanian Vietnam ke pasar Jepang ditandatangani.
Acara ini merupakan kesempatan bagi perusahaan, koperasi, dan petani Vietnam untuk mendekati para ahli pertanian Jepang dan merupakan batu loncatan untuk membawa kerja sama dan hubungan perdagangan Vietnam - Jepang ke tingkat yang baru. Berbicara pada upacara penandatanganan, Bapak Nguyen Do Anh Tuan - Direktur Departemen Kerja Sama Internasional mengatakan bahwa Vietnam dan Jepang memiliki banyak potensi dan keuntungan untuk mempromosikan kerja sama dalam pembangunan pertanian. Secara khusus, Jepang adalah negara yang terkenal dengan pertanian modernnya, menerapkan teknologi tinggi. Namun, pertanian Jepang hanya memenuhi lebih dari 45% permintaan konsumsi domestik, dan masih harus mengimpor produk pertanian setiap tahun. Hal ini dianggap sebagai keuntungan bagi Vietnam untuk memperluas ekspor produk pertanian ke pasar ini. Membangun rantai pasokan yang efektif tidak hanya memperkuat hubungan antara petani, bisnis, dan distributor tetapi juga membantu meningkatkan nilai produk, memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. Dalam konteks integrasi internasional, standar kualitas tinggi seperti yang dimiliki Jepang telah menjadi kekuatan pendorong bagi produk pertanian Vietnam untuk terus meningkat guna memenuhi harapan konsumen global. Menghubungkan rantai pasokan secara erat tidak hanya membawa manfaat ekonomi tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kehidupan petani, membangun merek yang kuat untuk produk pertanian Vietnam di peta dunia. ![]() |
Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Le Minh Hoan terkesan dengan produk pertanian yang dijual di supermarket Aeon Mall Long Bien, yang semuanya berfokus pada desain dan memiliki asal-usul yang jelas.
Duta Besar Jepang untuk Vietnam, Bapak Ito Naoki, menyampaikan bahwa Vietnam dan Jepang memiliki sejarah hubungan diplomatik dan kerja sama multi-bidang selama 50 tahun. Pasar Jepang 10 kali lebih besar daripada Vietnam, tetapi jumlah penduduk yang terlibat dalam produksi pertanian semakin berkurang dan menua. Hal ini akan menjadi peluang besar bagi produk pertanian Vietnam untuk mengakses dan mengekspornya ke pasar Jepang. Bapak Ito yakin bahwa dengan bantuan para ahli Jepang, Vietnam dapat menjadi pusat kekuatan pertanian. Secara khusus, Bapak Ito Naoki menekankan akan memperkuat kerja sama teknis dan promosi penjualan. Dalam lokakarya ini, beliau sangat mengapresiasi Pusat Penyuluhan Pertanian Nasional dan Aeon Topvalu Co., Ltd. yang telah menandatangani perjanjian konsumsi untuk meluncurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren era baru. Dalam lokakarya tersebut, Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Le Minh Hoan menyampaikan bahwa pertanian Jepang selalu menjadi sumber inspirasi dan model yang hebat dalam kegiatan pertanian berkelanjutan. "Dari kerja sama hari ini, saya rasa kita bisa berbuat lebih banyak lagi, tidak hanya menjual sayuran hasil petani Vietnam, tetapi juga dengan bimbingan para ahli Jepang, masyarakat dapat mengemas sendiri produk mereka untuk memastikan keamanan pangan dan menempatkannya di rak-rak Aeon Mall, melayani pelanggan kelas atas," tegas Menteri. Melalui upacara penandatanganan dan lokakarya ini, Menteri berharap para pelaku usaha, koperasi pertanian, dan petani akan bertekad untuk berkembang, menimba ilmu dari Jepang, dan membawa produk pertanian Vietnam ke dunia.Sehubungan dengan itu, dalam rangka acara tersebut, telah ditandatangani 5 nota kesepahaman, yaitu: Nota kesepahaman tentang pengembangan kapasitas dan koneksi pasar bagi petani antara Pusat Penyuluhan Pertanian Nasional dengan Perusahaan AEON TOPVALU Vietnam; Nota kesepahaman antara Maruwa Biochemical Co., Ltd. (MBC) dengan Perusahaan Saham Gabungan Teh Bendera Merah Moc Chau; Nota kesepahaman tentang promosi perdagangan antara Next Farm Co., Ltd. dengan Perusahaan Saham Gabungan Ameii Vietnam; Nota kesepahaman tentang kerja sama antara Perusahaan Saham Gabungan Asuransi Bank Pertanian dengan Perusahaan Terbatas Sorimachi Vietnam; Nota kesepahaman antara Proyek Promosi Investasi Pertanian Jepang (ABJD) dengan Forum Pertanian Berteknologi Tinggi Vietnam (VJAT).
Sumber: https://tienphong.vn/thuc-day-xuat-khau-nong-san-viet-nam-sang-thi-truong-nhat-ban-post1693862.tpo
Komentar (0)