Menurut pengumuman Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA), sebuah asteroid berukuran sangat kecil memasuki atmosfer Bumi, tetapi tidak menimbulkan dampak yang berarti.
Menurut ESA, asteroid tersebut, yang diberi nama 2024 RW1, ditemukan oleh peneliti teknologi Jacqueline Fazekas dan Observatorium Catalina di Arizona (AS) pada malam tanggal 4 September (waktu Vietnam).
NASA mengatakan asteroid berdiameter sekitar 1 meter itu memasuki atmosfer Bumi dan menciptakan bola api di lepas pantai timur Filipina. ESA mengatakan asteroid itu memasuki atmosfer Bumi di dekat Pulau Luzon, Filipina. Video yang diunggah di media sosial menunjukkan bola api hijau melesat di langit Filipina.
Melindungi Bumi, termasuk menemukan asteroid dekat Bumi seperti 2024 RW1 dan mengkatalogkannya untuk pelacakan, merupakan prioritas utama bagi badan antariksa di seluruh dunia . Pada tahun 2022, wahana antariksa Double Asteroid Redirection Test (DART) milik NASA menabrak asteroid Dimorphos untuk mengubah lintasannya.
NASA saat ini tengah berencana mengembangkan teleskop inframerah baru bernama NEO Surveyor untuk memburu asteroid, sementara China sedang mempersiapkan misi untuk menangkis asteroid pada tahun 2030.
MINH CHAU
[iklan_2]
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tieu-hanh-tinh-bien-thanh-qua-cau-lua-khi-vao-khi-quyen-trai-dat-post757330.html
Komentar (0)