Sarang burung khusus di wilayah Tujuh Gunung An Giang
Báo Dân trí•11/10/2024
(Dan Tri) - Hutan Melaleuca Tra Su didirikan pada tahun 1983, dengan tujuan awal mencegah salinitas dan banjir di hulu. Kini, hutan ini menjadi destinasi wisata unik dan rumah bagi ratusan spesies hewan dan tumbuhan di An Giang.
Terletak sekitar 30 km dari kota Chau Doc ( An Giang ), hutan kayu putih Tra Su dengan luas zona inti 845 ha dan zona penyangga 643 ha merupakan bagian dari sistem hutan penggunaan khusus Vietnam, yang diakui sebagai kawasan perlindungan lanskap pada tahun 2005. Datang ke hutan kayu putih Tra Su, pengunjung memiliki kesempatan untuk mengunjungi dan merasakan pemandangan alam di sungai dengan perahu dayung atau kano.
Hutan Melaleuca Tra Su adalah rumah bagi lebih dari 70 spesies burung, termasuk dua spesies langka yang tercantum dalam Buku Merah Vietnam: Mycteria leucocephala dan Anhinga melanogaster. Awalnya, tujuan penanaman hutan untuk mengatasi salinitas dan mencegah banjir di hulu adalah Perusahaan Kehutanan Tinh Bien, yang mulai bereksperimen dengan menanam pohon kayu putih di daerah tandus dataran rendah yang sangat terkontaminasi tawas. Setelah bertahun-tahun direnovasi dan dikembangkan, tempat ini telah menjadi "paru-paru hijau" An Giang dan dikunjungi oleh banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Banyak wisatawan yang kagum dengan keindahan pemandangan yang menawan serta kehidupan berbagai spesies burung di sini. Ibu Cao Hoang Yen (23 tahun, An Giang) dan temannya dari Laos telah mengunjungi kawasan wisata hutan kayu putih Tra Su berkali-kali. "Setiap kali saya datang ke sini, rasanya sama seperti pertama kali. Pemandangan alam dan pengalaman menariknya sungguh tak terlupakan bagi saya," ujar Ibu Yen. Bapak Le Hoang An, Direktur Kawasan Ekowisata Hutan Melaleuca Tra Su, mengatakan bahwa kegiatan konservasi hutan dan keanekaragaman hayati di kawasan wisata ini mencakup pemeliharaan habitat flora dan fauna endemik. Selain pengembangan pariwisata, kami selalu mengutamakan konservasi alam. Bapak An menambahkan bahwa selama musim banjir, jumlah pengunjung mencapai 30% dari total pengunjung per tahun. Selain itu, hutan kayu putih Tra Su terkenal dengan adegan pasar terapung Barat dalam banyak film terkenal. Dengan arsitekturnya yang unik dan panjang 10 km, jembatan bambu sepuluh ribu anak tangga ini telah diakui sebagai jembatan bambu terpanjang di Vietnam. Selama musim banjir di hutan kayu putih Tra Su, pengunjung dapat menikmati hidangan khas seperti ikan linh, bunga sesban, ikan gabus, hotpot saus ikan... yang semuanya memiliki ciri khas kuliner Barat. Tak hanya kaya akan satwa, hutan kayu putih Tra Su juga menjadi tempat berkumpulnya 140 spesies tumbuhan. Hutan Tra Su Melaleuca bukan hanya aset alam yang berharga, tetapi juga simbol keharmonisan antara manusia dan alam. Dari segi sumber daya alam, Hutan Tra Su Melaleuca bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan.
Komentar (0)