U.23 Thailand masuk semifinal U.23 Asia Tenggara, tapi tak memuaskan Madam Pang?
Timnas U-23 Thailand memasuki babak semifinal Kejuaraan Asia Tenggara U-23 sebagai tim teratas Grup C, meraih 4 poin setelah mengalahkan Timor Leste 4-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Myanmar di babak final pada 22 Juli. Performa timnas U-23 Thailand sejauh ini belum meyakinkan penonton. Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa Nyonya Pang (miliarder Nualphan Lamsam), Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), tidak terlalu antusias.
Nyonya Pang terdiam saat timnas U-23 Thailand berlaga di ajang Asia Tenggara.
Foto: Kontributor
Di laman pribadinya, Madam Pang sejauh ini hanya mengunggah satu status tentang turnamen U.23 Asia Tenggara, yakni sebelum pertandingan pembuka tim U.23 Thailand melawan Timor Leste pada 19 Juli.
Setelah tim tuan rumah berhasil lolos ke babak semifinal dan bertemu tim tuan rumah U-23 Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, yang dijuluki "Panci Api", pukul 20.00 tanggal 25 Juli, Nyonya Pang tetap diam dan tidak memberikan kata-kata penyemangat kepada para guru dan siswa tim U-23 Thailand. Sementara itu, pertandingan semifinal U-23 Asia Tenggara antara U-23 Vietnam dan Filipina berlangsung pukul 16.00 tanggal 25 Juli.
Sorotan U.23 Thailand 0-0 U.23 Myanmar: 'Gajah Perang' bermain di bawah potensi mereka
Menurut pers Thailand, ini merupakan tindakan yang cukup mengejutkan oleh Madam Pang, karena sebelumnya ia selalu berdiri berdampingan dan mendukung tim Thailand yang berkompetisi di setiap turnamen regional dan kontinental.
Tujuan Thailand U-23 masih mempersiapkan pasukannya untuk kualifikasi U-23 Asia di kandang sendiri pada bulan September dan SEA Games ke-33 pada akhir tahun, menurut Thairath .
U-23 Thailand masih belum menciptakan kepercayaan diri saat mengalahkan Timor Leste 4-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Myanmar.
Foto: DONG NGUYEN KHANG
Meskipun kurang diperhitungkan, U-23 Thailand tetap menjanjikan kejutan bagi tim tuan rumah U-23 Indonesia di semifinal. Menurut gelandang Seksan Ratree, kapten U-23 Thailand, "Saya sangat antusias menghadapi Indonesia. Mereka punya banyak penggemar. Kami tak sabar bermain di hadapan banyak penonton. Saya rasa inilah cara terbaik untuk menghadapi Indonesia."
Seksan Ratree adalah pemain paling berpengalaman di Thailand U-23, dengan 10 penampilan untuk tim nasional dan mencetak 3 gol. Di turnamen Asia Tenggara U-23 2025, Seksan Ratree dua kali memenangkan gelar pemain terbaik pertandingan.
Pelatih Thailand U-23, Thawatchai Damrong-Ongtrakul, juga menekankan: "Sebenarnya, ini hal yang baik (bertemu U-23 Indonesia di "panci api" Gelora Bung Karno). Kami sudah berdiskusi dan Seksan Ratree juga menegaskan bahwa melawan Indonesia akan sangat menarik, karena mereka adalah tim tuan rumah dan memiliki banyak penggemar. Jika kami ingin memenangkan Kejuaraan Asia Tenggara U-23, kami harus mengalahkan U-23 Indonesia dan mengatasi semua kondisi kompetisi yang kurang menguntungkan. Kami harus percaya diri dan menunjukkan kualitas terbaik kami."
Pada babak penyisihan grup turnamen Asia Tenggara U-23, pertandingan dengan penonton terbanyak sejauh ini adalah pertandingan antara U-23 Indonesia dan Malaysia dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Karno dengan 27.013 penonton pada 21 Juli, menurut statistik Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).
Stadion Utama Gelora Bung Karno memiliki kapasitas lebih dari 77.000 orang. Diperkirakan pada babak semifinal melawan Thailand U-23, suporter Indonesia akan membeli tiket masuk stadion yang tentunya lebih ramai dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai lebih dari 50.000 orang, menurut CNN Indonesia.
Timnas U-23 Thailand kesulitan menahan imbang Myanmar U-23, dan akan bertemu tuan rumah Indonesia di babak semifinal.
Saksikan Kejuaraan Sepak Bola U-23 Asia Tenggara 2025 Mandiri Cup™ selengkapnya diFPT Play, kunjungi http://fptplay.vn
Sumber: https://thanhnien.vn/u23-thai-lan-khong-run-so-truoc-chao-lua-bung-karno-185250723090226695.htm
Komentar (0)