Jika Anda pernah mencicipi makanan Thailand, kemungkinan besar Anda pernah merasakan rasa pedas yang khas – baik itu Tom Yam Kung klasik atau Som Tum (salad pepaya) yang digemari. Rasa pedas tampaknya tak terhindarkan dalam banyak hidangan ikonik Thailand.
Penjelasan yang meyakinkan terletak pada iklimnya. Cuaca Thailand yang panas dan lembap menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, sehingga makanan lebih rentan terhadap pembusukan dibandingkan dengan negara-negara di wilayah yang lebih dingin, menurut Bangkok Post .
Tom Yam Kung, hidangan pedas Thailand yang terkenal - FOTO: Pexels
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Quarterly Review of Biology menganalisis lebih dari 4.570 resep tradisional dari seluruh dunia dan menemukan bahwa bahan-bahan pedas memainkan peran penting di negara-negara tropis. Secara khusus, cabai – yang kaya akan senyawa capsaicin – membantu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya, secara alami memperpanjang umur simpan makanan tanpa memerlukan teknologi pengawetan modern seperti yang ditemukan di Eropa atau Amerika.
Meskipun sudah sangat melekat dalam masakan Thailand saat ini, cabai bukanlah tanaman asli Asia. Berasal dari Amerika Selatan, cabai diperkenalkan ke Asia Tenggara oleh pedagang Portugis pada abad ke-16. Seiring waktu, cabai telah diadaptasi agar sesuai dengan selera Thailand dan secara bertahap menjadi bumbu pokok di sebagian besar dapur rumah tangga.
Di Thailand, cabai tidak hanya digunakan untuk menambah rasa pedas. Cabai juga berperan secara emosional – merangsang keringat, mendinginkan tubuh, dan bahkan memberikan sensasi menyegarkan di tengah panasnya iklim tropis.
Selain fungsi pengawetannya, makanan pedas juga menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Cabai merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, mendukung sistem kekebalan tubuh, meredakan batuk, mengurangi dahak, dan bahkan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Salad pepaya Som Tum - FOTO: Pexels
Namun, seperti halnya hal lain, sesuatu yang baik pun bisa berlebihan juga berbahaya. Mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas, terutama pada orang dengan sistem pencernaan yang sensitif, dapat meningkatkan risiko gastritis, penyakit radang usus kronis, dan refluks asam – masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh.
Jadi, jika Anda penggemar cita rasa Thailand yang kaya dan pedas, silakan nikmati – tetapi mungkin secukupnya.
Sumber: https://thanhnien.vn/vi-sao-mon-an-thai-lan-thuong-rat-cay-185250611110344417.htm






Komentar (0)