04 Jenis Dokumen yang Diperiksa Polisi Lalu Lintas pada Pengendara Sepeda Motor
Sepeda motor (juga dikenal sebagai sepeda motor) adalah kendaraan bermotor roda dua atau tiga dan kendaraan sejenisnya, yang bergerak dengan mesin berkapasitas silinder 50 cm3 atau lebih, dengan berat kendaraan tidak lebih dari 400 kg.
Sesuai dengan Pasal 12 Ayat 2 Angka 12 Surat Edaran Nomor 32/2023/TT-BCA, terdapat 04 jenis dokumen yang diperiksa oleh petugas lalu lintas terhadap pengendara sepeda motor, yaitu:
- CCCD/CMND.
- Surat Izin Mengemudi.
- Surat Tanda Registrasi Kendaraan Bermotor atau fotokopi Surat Tanda Registrasi Kendaraan Bermotor yang telah dilegalisasi beserta tanda terima asli yang sah dari lembaga kredit (selama lembaga kredit tersebut memegang Surat Tanda Registrasi Kendaraan Bermotor yang asli).
- Sertifikat asuransi tanggung jawab perdata wajib pemilik kendaraan bermotor (juga dikenal sebagai asuransi sepeda motor wajib).
Dapatkah VNeID digunakan sebagai pengganti registrasi kendaraan saat polisi lalu lintas menghentikan kendaraan untuk diperiksa?
Pasal 16 Ayat (2) Huruf a Surat Edaran 32/2023/TT-BCA mengatur sebagai berikut:
Bila pangkalan data dihubungkan ke sistem identifikasi dan autentikasi elektronik dan informasi mengenai status dokumen ditentukan, pengendalian melalui pengecekan dan pembandingan informasi dokumen-dokumen tersebut dalam akun identifikasi elektronik sama berharganya dengan pengecekan dokumen secara langsung.
Dengan demikian, VNeID dapat digunakan untuk mengganti dokumen kendaraan saat polisi lalu lintas menghentikan kendaraan untuk diperiksa jika basis datanya terhubung dengan sistem identifikasi dan autentikasi elektronik, yang mengidentifikasi informasi tentang status dokumen.
3. Kewenangan Polisi Lalu Lintas dalam melakukan patroli, penertiban dan penanganan pelanggaran lalu lintas
Kewenangan polisi lalu lintas dalam menghentikan kendaraan untuk keperluan pemeriksaan diatur dalam Pasal 8 Surat Edaran 32/2023/TT-BCA, meliputi:
- Menghentikan kendaraan yang berpartisipasi dalam lalu lintas jalan (selanjutnya disebut kendaraan) sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Tahun 2008, Surat Edaran 32/2023/TT-BCA dan ketentuan perundang-undangan terkait. Mengendalikan orang dan kendaraan, dokumen pengemudi kendaraan, dokumen kendaraan, dan dokumen pribadi orang pada kendaraan yang dikuasai sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; mengendalikan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan transportasi jalan.
- Melaksanakan tindakan pencegahan dan penanganan pelanggaran administrasi lalu lintas, ketertiban umum, dan pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Meminta instansi, organisasi, dan perorangan untuk berkoordinasi dan memberikan dukungan dalam penanggulangan kecelakaan, kemacetan, gangguan lalu lintas, atau hal-hal lain yang mengganggu ketertiban dan keselamatan lalu lintas. Dalam keadaan mendesak untuk melindungi keamanan nasional, menjamin ketertiban dan keamanan sosial, atau untuk mencegah timbulnya atau kemungkinan timbulnya akibat kerugian masyarakat, petugas polisi lalu lintas yang melaksanakan tugas patroli dan pengaturan lalu lintas dapat mengerahkan sarana transportasi, sarana komunikasi, dan sarana transportasi lain milik instansi, organisasi, perorangan, dan masyarakat yang mengemudikan dan menggunakan sarana transportasi tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Keamanan Publik. Pengerahan dilakukan melalui permintaan langsung atau tertulis.
- Memiliki dan menggunakan sarana angkutan; alat dan kendaraan teknis profesional; persenjataan, alat penunjang; sarana perhubungan; sarana teknis lainnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Penanganan Pelanggaran Administratif (sebagaimana telah diubah dan ditambah pada tahun 2020); Undang-Undang tentang Pengelolaan dan Penggunaan Senjata, Bahan Peledak, dan Alat Penunjang; ketentuan lain peraturan perundang-undangan dan Kementerian Keamanan Publik .
- Menghentikan sementara lalu lintas pada ruas jalan tertentu, mengalihkan jalur lalu lintas, mengalihkan rute dan tempat pemberhentian atau parkir kendaraan bermotor apabila terjadi kemacetan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, atau keperluan lain yang diperlukan guna menjamin keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.
- Melaksanakan kewenangan lain dari pasukan Keamanan Publik Rakyat sebagaimana ditentukan oleh undang-undang.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)