Nyeri kaki bisa terasa ringan atau parah. Beberapa kasus bersifat akut dan parah, sementara yang lain bersifat kronis. Kunci untuk meredakan nyeri adalah memahami penyebabnya, menurut situs informasi kesehatan Everyday Health (USA).
Nyeri betis yang menetap dan tidak kunjung hilang, disertai pembengkakan dan rasa panas pada kulit, kemungkinan besar disebabkan oleh trombosis vena dalam.
Nyeri kaki yang terus-menerus dan tidak kunjung hilang dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer terjadi ketika plak menumpuk di dinding arteri, menghalangi suplai darah ke kaki. Aliran darah yang tersumbat ini menyebabkan rasa sakit, terutama saat bergerak. Gejala lainnya meliputi kram kaki, mati rasa, atau lemas.
Kompresi saraf
Saraf terjepit akan menyebabkan mati rasa dan kesemutan, diikuti rasa nyeri yang hebat. Jika saraf skiatik terjepit, nyeri akan terasa di seluruh kaki.
Penyebab umum kompresi saraf skiatik adalah hernia diskus atau stenosis tulang belakang. Gejala umumnya meliputi kesemutan, mati rasa, dan nyeri yang menjalar ke kaki.
Radang sendi
Artritis merupakan penyakit yang cukup umum, terutama pada orang lanjut usia.
Artritis adalah penyakit yang cukup umum, terutama pada lansia. Jika muncul di kaki, akan menyebabkan nyeri pada persendian seperti lutut, pergelangan kaki, atau sendi jari kaki.
Jenis-jenis artritis yang umum meliputi osteoartritis, artritis reumatoid, dan asam urat. Ketika nyeri artritis menyerang, pasien akan merasakan nyeri dan kekakuan pada persendian, dan nyeri akan semakin parah saat sendi digerakkan. Obat pereda nyeri yang umum mungkin tidak terlalu efektif untuk artritis. Oleh karena itu, pasien perlu menemui dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Trombosis vena dalam
Trombosis vena dalam adalah gumpalan darah yang terbentuk jauh di dalam vena, biasanya di betis atau paha. Nyeri kaki yang disebabkan oleh gumpalan darah biasanya terasa seperti kram yang terus-menerus. Rasa sakitnya terasa jauh di dalam kaki, bukan di permukaan seperti nyeri otot biasa.
Nyeri ini disertai pembengkakan, rasa hangat, dan kemerahan pada area yang terdampak. Biasanya, nyeri terasa di betis dan dapat menjalar ke paha. Aktivitas seperti berdiri atau berjalan akan memperparah nyeri. Untuk mencegah komplikasi seperti emboli paru, pasien perlu ditangani sesegera mungkin, menurut Everyday Health.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)