Pada tanggal 31 Juli, berita dari Rumah Sakit Umum Internasional Vinmec Can Tho mengatakan bahwa dokter rumah sakit baru saja berhasil mengoperasi seorang gadis berusia 15 tahun dengan tumor ovarium "besar".
Sebelumnya pasien dibawa ke Rumah Sakit Umum Internasional Vinmec Can Tho dengan keluhan nyeri perut yang semakin parah, nafsu makan menurun, tidak demam, anemia defisiensi besi dan nyeri terlokalisasi di perut kiri bawah, diduga torsio ovarium.
Operasi tersebut memakan waktu lebih dari 1 jam untuk mengangkat tumor ovarium seorang gadis berusia 15 tahun.
FOTO: DUY TAN
Hasil pemeriksaan paraklinis menunjukkan adanya kista abnormal yang besarnya hampir memenuhi seluruh rongga perut, dengan ukuran mencapai 25 cm atau setara dengan janin berusia 7 bulan.
Menurut dokter, ini adalah kasus yang rumit karena pasien sangat muda, memiliki BMI tinggi, dan berisiko mengalami torsi tumor yang menyebabkan nekrosis ovarium, yang dapat menyebabkan hilangnya kesuburan sepenuhnya di kemudian hari.
Setelah konsultasi interdisipliner dan diskusi mendalam dengan keluarga, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi darurat. Selama lebih dari satu jam, tim dokter kandungan, ginekolog, ahli anestesi, dan spesialis resusitasi darurat bekerja sama dengan cermat untuk mengangkat tumor. Operasi berjalan sukses, perdarahan terkontrol dengan baik, jaringan sehat terpelihara, dan fungsi ovarium tetap terjaga.
Tumor ovarium berukuran 25 cm, setara dengan janin 7 bulan, berhasil diangkat melalui pembedahan.
FOTO: DUY TAN
Pasien pulih dengan cepat, makan secara normal kembali dan dipulangkan setelah 4 hari perawatan.
Dokter Spesialis 2 Uong Thi Kim Ngoc, dokter spesialis kandungan dan ginekolog di Rumah Sakit Vinmec Can Tho, mengatakan bahwa pada kasus penyakit ovarium pada remaja, faktor penentu bukan hanya teknik bedah, tetapi juga pemahaman tentang psikologi dan masa depan reproduksi anak.
Dokter memperingatkan bahwa banyak anak muda sering mengabaikan atau salah mengira nyeri perut bagian bawah sebagai kram menstruasi, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Sementara itu, tumor ovarium, jika tidak segera dideteksi dan diobati, dapat membesar, menekan organ di sekitarnya, atau terpelintir atau pecah, yang secara serius memengaruhi kesehatan dan kemampuan untuk menjadi ibu di masa mendatang.
Sumber: https://thanhnien.vn/be-gai-15-tuoi-bi-khoi-u-buong-trung-kich-thuoc-tuong-duong-thai-7-thang-185250731152649752.htm
Komentar (0)