Nguyen Huyen My, mahasiswa magister analisis bisnis di Aston University (Inggris)
IELTS Prize adalah program beasiswa tahunan British Council bagi kandidat yang ingin melanjutkan studi S1 atau S2 di semua bidang. Dengan lebih dari 1.700 pendaftar dari 15 negara di kawasan Asia Timur, British Council telah memilih 55 kandidat beasiswa, termasuk 3 mahasiswa Vietnam dengan kemampuan luar biasa dan impian untuk menorehkan prestasi serta berkontribusi bagi masyarakat melalui studi di lingkungan internasional.
Sebagai pemenang IELTS Prize, Huyen My, mahasiswa magister jurusan analisis bisnis di Aston University (Inggris), ingin memahami motivasi para peserta didik dalam mengembangkan platform yang dipersonalisasi, menyediakan sumber daya berbahasa Inggris tentang topik-topik penting. "Beasiswa IELTS Prize bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga mendukung visi saya tentang masa depan di mana peserta didik dibekali dengan pengetahuan yang komprehensif dan guru-guru mendapatkan dukungan optimal," ujar My.
Le Thu Ha, mahasiswa magister pendidikan di Universitas Bristol (Inggris)
Thu Ha, peraih juara kedua dan saat ini sedang menempuh program magister pendidikan di Universitas Bristol (Inggris), bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan setiap orang memahami nilai belajar bahasa asing dan di mana aspirasi siswa benar-benar didengar. "Penting untuk dipahami bahwa tujuan belajar bahasa Inggris bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang interaksi yang efektif dan pengembangan diri di dunia yang terglobalisasi," ujar Ha.
Sedangkan Ngoc Dung, kontestan peringkat ketiga, berfokus pada kesehatan mental dan spiritual kaum muda. Hal ini pula yang memotivasinya untuk mengembangkan aplikasi yang menyediakan dokumen dan kursus dwibahasa bagi mereka yang memiliki minat di bidang psikologi. "Melalui platform ini, Anda akan berkesempatan mengakses pengetahuan umum tentang psikologi, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda," ujar mahasiswa pascasarjana metode penelitian psikologi di University of Exeter (Inggris) ini.
Nguyen Ngoc Dung, mahasiswa magister metode penelitian psikologi di Universitas Exeter (Inggris)
Keunggulan akademis dan komitmen terhadap pengabdian masyarakat merupakan faktor-faktor yang membantu para pemenang IELTS Prize, menurut Heather Forbes, Direktur Ujian Internasional untuk Asia Timur di British Council. "Yang lebih penting, para pemenang beasiswa adalah mereka yang menunjukkan komitmen untuk menerapkan ilmu dan keahlian yang diperoleh selama studi mereka untuk berkontribusi bagi negara atau tanah air mereka," ujar Forbes.
Tahun ini, IELTS Prize telah menurunkan persyaratan masuk minimum menjadi 5,5 IELTS untuk membuka lebih banyak peluang bagi kandidat, bukan 6,0 seperti sebelumnya. British Council juga telah memperkenalkan cara baru untuk mendaftar, yang mendorong peserta untuk berkreasi, mengekspresikan diri, dan mempresentasikan ide-ide mereka kepada komunitas melalui rekaman video .
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)