Pada tanggal 29 Agustus, Rumah Sakit Bersalin dan Anak Provinsi Phu Tho mengumumkan bahwa rumah sakit telah berhasil melakukan operasi darurat, menyelamatkan nyawa seorang ibu dan ketiga anaknya dengan prolaps tali pusat yang sangat berbahaya.
Operasi itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, hanya beberapa menit setelah sang ibu dirawat di rumah sakit.
Sebelumnya, sekitar pukul 02.00 dini hari tanggal 24 Agustus, ibu hamil PTNA (22 tahun, berdomisili di kecamatan Cam Khe, provinsi Phu Tho) sedang hamil 36 minggu dengan anak kembar dan dirawat di rumah sakit dengan kondisi ketuban pecah, mulut rahim melebar 3 cm, tali pusar keluar di antara kedua kakinya, denyut jantung janin tidak terdengar di monitor, denyut jantung janin tidak teratur dan lemah.
Hanya sekitar 5 menit setelah wanita hamil itu dibawa ke rumah sakit, Rumah Sakit Bersalin dan Anak Provinsi Phu Tho mengerahkan dokter dan perawat untuk segera melakukan operasi caesar terhadap wanita hamil tersebut.
Operasi berlangsung sukses hanya dalam 10 menit, kedua bayi perempuan itu lahir dengan selamat, masing-masing dengan berat 2,6 kg dan dipindahkan ke Departemen Pediatri Neonatal untuk pemantauan dan perawatan lanjutan.
Dokter Ha Manh Hung, Departemen Obstetri 3, Rumah Sakit Obstetri dan Pediatri Provinsi Phu Tho mengatakan: Menurut peraturan, wanita hamil yang dijadwalkan untuk menjalani operasi caesar harus dirawat di rumah sakit setidaknya selama 4 jam untuk mendapatkan waktu untuk mengambil riwayat medis dan melakukan tes paraklinis.
Namun, pada kasus pasien PTNA, saat dibawa ke rumah sakit, kondisi pasien sangat berbahaya. Jika menunggu prosedur administrasi selesai, risiko keguguran sangat tinggi.
Tim yang bertugas terpaksa memutuskan untuk melakukan operasi caesar darurat, "melawan prosedur tetapi sesuai dengan hati nurani" ketika sang ibu tidak memiliki formulir rawat inap dan tidak sempat melakukan tes apa pun.
Setelah 5 hari operasi, kondisi kesehatan ibu stabil dan ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kedua bayi tersebut terus dipantau di Departemen Neonatal.
Prolaps tali pusat adalah kondisi di mana tali pusat jatuh sebelum janin, yang dapat terjadi saat kantung ketuban masih utuh (prolaps tali pusat di kantung ketuban) atau, yang lebih berbahaya, setelah kantung ketuban pecah. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan obstetrik tingkat tinggi.
Dokter menganjurkan agar ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran agar dapat segera mendeteksi kelainan, terutama bila terdapat tanda-tanda pecah ketuban, perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar dapat segera mendapatkan penanganan darurat./.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/cap-cuu-thanh-cong-3-me-con-san-phu-bi-sa-day-ron-cuc-ky-nguy-hiem-post1058681.vnp
Komentar (0)