Lahir dan dibesarkan di Lam Dong , My Linh (lahir tahun 1998) tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dia akan menikah dengan orang Amerika dan pindah untuk tinggal di negara yang jauh ini.
Pertemuannya dengan William Gregg (nama panggilan Will, lahir 1984, perawat Angkatan Darat AS) pada tahun 2018 benar-benar mengubah hidup Linh. Setelah berpacaran cukup lama, Linh akhirnya menikah pada tahun 2019.
Linh bercerita, pertama kali Will mengunjungi keluarganya di Vietnam pada tahun 2019, seluruh keluarga mengajaknya makan rebung pare dengan balut. Awalnya, Will ragu. Namun, ketika istrinya bilang hidangan ini populer, ia pun dengan sabar menyantapnya.
"Setelah beberapa kali, suami saya terbiasa dan menyukai rasa manis balut. Sekarang dia bisa makan 3-4 butir telur sekaligus," kata Linh.
Pada tahun 2020, Linh berimigrasi ke AS. Awalnya, di tempat yang asing, Linh mencoba belajar memasak hidangan Amerika dan Vietnam yang mudah disantap agar suaminya terbiasa.
Hidangan Vietnam pertama yang dimasak Linh untuk suaminya di Amerika antara lain nasi goreng telur, tumis kangkung, dan iga asam manis. "Meskipun baru pertama kali makan, suami saya sangat menyukainya, makannya banyak, dan terus memuji kelezatannya," kata Linh.
"Ketika orang tua suami saya sesekali datang berkunjung, kami bisa menikmati hidangan Vietnam yang lengkap. Sebagian karena saya tidak terbiasa memasak makanan Amerika, dan sebagian lagi karena saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan masakan Vietnam kepada keluarga suami saya.
Saya juga mengajak kakek-nenek saya untuk mencoba balut. Pertama kali, orang tua saya memujinya karena lezat, manis, dan mudah dimakan, jadi untuk selanjutnya, saya sering membelinya untuk direbus bagi seluruh keluarga," ujar Linh.
Selain memasak untuk suaminya dan membersihkan rumah, Linh punya banyak waktu luang. Karena tidak punya teman di tempat barunya, Linh selalu merasa sedih dan hampa karena seharian di rumah.
Ia sering membuat video tentang kampung halaman suaminya, kehidupannya di luar negeri, dan cara memasak beberapa hidangan Vietnam dan Eropa. Saat pertama kali mengunggahnya, Linh terkejut dengan banyaknya "suka" dan komentar di halaman pribadinya.
Melihat hasil yang baik dan didorong oleh suaminya, Linh memutuskan untuk membuka saluran YouTube untuk berbagi cara memasak hidangan Vietnam di AS, dan pada saat yang sama, menyiapkan hidangan tersebut dan menikmatinya bersama suami dan anak-anaknya.
"Sekali mendayung, dua pulau terlampaui," pikir Linh. Dengan begitu, ia tak hanya akan menarik minat orang untuk menonton salurannya, tetapi juga berkesempatan memasak beragam hidangan untuk dinikmati suaminya.
Hidangan favorit suami Linh adalah nasi goreng dan ayam goreng saus ikan. Dua hidangan yang belum berani dicoba Will adalah puding darah dan durian. Linh-ku pernah mencoba mengajak suaminya untuk mencoba puding darah, tetapi ia menolak karena terlihat "agak takut". Durian memiliki "bau aneh" sehingga suaminya langsung meneguknya begitu ia memakannya, tidak berani mencobanya lagi.
Terakhir kali, Linh dan suaminya membuat salad ayam dengan inti pisang. Di tempat tinggal Linh, pisang ditanam, jadi ia meminta suaminya untuk memotong pohon pisang kecil, mengambil inti pisangnya, mengirisnya tipis-tipis, mencampurnya dengan ayam, dan membumbuinya seperti salad Vietnam untuk dinikmati.
Linh berkata Will terkejut pohon pisang bisa diolah menjadi makanan. Will sangat senang dengan salad ayam yang sudah jadi.
Menurut Linh, semua bahan untuk masakan Vietnam bisa ditemukan di AS, tetapi agak sulit dan mahal. Toko yang menyediakan satu bahan tidak menyediakan bahan lainnya. Linh harus pergi ke 3-4 toko untuk mendapatkan bahan yang cukup untuk membuat satu masakan Vietnam.
Ayam goreng saus ikan agak lebih murah, jadi saya sering memasaknya. Setiap kali memasak, saya memasak dua porsi sekaligus untuk menghemat waktu. Seluruh keluarga bisa berkumpul dengan nyaman untuk makan 2-3 porsi. Suami saya sekarang kecanduan makanan Vietnam," kata My Linh.
Setelah sekian lama menafkahi istrinya, Will kini bisa memasak sendiri beberapa masakan Vietnam seperti: kangkung rebus, telur goreng, nasi goreng, dan membumbuinya dengan cukup baik.
Putra Linh saya bisa makan makanan Vietnam dan Amerika, dan selalu antusias dengan menu buatan ibunya. Ia juga sering muncul di video ibunya saat makan.
Saya memilih membuat video memasak Vietnam karena ingin menyebarkan masakan Vietnam ke semua orang. Terkadang, ketika tetangga Amerika saya datang, saya mengundang mereka untuk menikmati hidangan Vietnam. Orang tua suami saya sekarang senang mengunjungi anak-anak mereka karena mereka bisa menikmati makanan Asia.
Momen reuni ini membuat saya merasa sangat bahagia, sama seperti keluarga saya di Vietnam. Saat mengunggah video tersebut, saya juga menerima banyak pujian dan kritik. Bagi saya, semua komentar sangat berharga, saya menghargai mereka untuk berubah dan menjadi lebih baik," ungkap Linh.
Foto: Karakter disediakan
Pengantin wanita berusia 65 tahun memamerkan foto pernikahannya dengan suami asing berusia 24 tahun
Rangkaian aksi manis nan mesra pasangan terpaut usia ini saat pemotretan pernikahan membuat banyak orang iri.
Pernikahan istri Vietnam dan suami Barat di dalam negeri memicu 'demam' di media sosial
Suami Barat pamer keahlian masaknya untuk istri Vietnam, 30 hari tanpa hidangan yang sama
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/chang-trai-my-lan-dau-ra-mat-duoc-moi-an-trung-vit-lon-va-cai-ket-2318342.html
Komentar (0)