ANTD.VN - Kementerian Keuangan mengusulkan untuk mengubah model Departemen Pemeriksaan dan Pemeriksaan Pajak menjadi Inspektorat Departemen Jenderal Pajak, memastikan bahwa jumlah titik fokus dan staf Departemen Jenderal Pajak tidak bertambah.
Kementerian Keuangan sedang mencari komentar atas rancangan Keputusan Perdana Menteri yang menetapkan fungsi, tugas, wewenang, dan struktur organisasi Departemen Umum Perpajakan di bawah Kementerian Keuangan, menggantikan Keputusan No. 41/2018/QD-TTg dan Keputusan No. 15/2021/QD-TTg yang mengubah dan melengkapi Keputusan No. 41/2018/QD-TTg.
Perlu diketahui, Kementerian Keuangan mengusulkan perubahan model Badan Pemeriksa Keuangan menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BPLP).
Kementerian Keuangan berpendapat bahwa model organisasi Departemen Pemeriksaan dan Pemeriksaan saat ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pemeriksaan yang berlaku.
Secara spesifik, Peraturan Pemerintah Nomor 07/2012/ND-CP tanggal 9 Februari 2012 menetapkan instansi yang ditugasi menyelenggarakan fungsi pemeriksaan khusus dan kegiatan pemeriksaan khusus, Direktorat Jenderal Pajak ditetapkan sebagai instansi yang ditugasi menyelenggarakan fungsi pemeriksaan khusus.
Dalam Keputusan Perdana Menteri No. 15/2021/QD-TTg tanggal 30 Maret 2021, Departemen Jenderal Perpajakan memiliki Departemen Pemeriksaan dan Pemeriksaan Pajak.
Pada tanggal 14 November 2022, Majelis Nasional mengesahkan Undang-Undang tentang Inspeksi No. 11/2022/QH15; oleh karena itu, Pasal 18 menetapkan salah satu kasus pembentukan Inspektorat Departemen Umum dan Departemen di bawah Kementerian sebagai berikut: “c) Pada Departemen Umum dan Departemen di bawah Kementerian, ruang lingkup manajemen negara bidang dan sektor khusus adalah besar, kompleks, dan penting untuk pembangunan sosial ekonomi sesuai dengan peraturan Pemerintah”.
Kementerian Keuangan menilai model Badan Pemeriksa Keuangan sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. |
Kementerian Keuangan berpendapat bahwa Direktorat Jenderal Pajak telah sepenuhnya memenuhi kriteria pembentukan Direktorat Jenderal Pajak dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 101/2020/ND-CP tanggal 28 Agustus 2020, antara lain kriteria: "memiliki objek pengelolaan negara di bidang khusus, besar, kompleks, dan penting bagi pembangunan sosial ekonomi".
Dengan demikian, bentuk Badan Pemeriksa Pajak di bawah Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana diatur dalam Keputusan Nomor 15/2021/QD-TTg sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemeriksaan Pajak dan/atau Pajak Penghasilan Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dan (2) Rancangan Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2012 tentang Pemeriksaan Pajak dan/atau Pajak Penghasilan Badan yang saat ini sedang diajukan kepada Pemerintah (termasuk ketentuan mengenai bentuk Badan Pemeriksa Pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak).
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mengusulkan agar model Direktorat Jenderal Pajak diubah menjadi Inspektorat Jenderal Pajak, dengan ketentuan jumlah titik fokus dan pegawai Direktorat Jenderal Pajak tidak ditambah.
Mengenai kedudukan dan fungsi, Inspektorat Jenderal Pajak merupakan organisasi di bawah Departemen Jenderal Pajak yang melaksanakan tugas pemeriksaan khusus dalam lingkup penyelenggaraan pemerintahan negara di Departemen Jenderal Pajak; melaksanakan tugas menerima warga negara, menyelesaikan pengaduan dan pengaduan, serta mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi dan kecurangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Inspektorat Jenderal Pajak berada di bawah pengarahan dan pengelolaan Direktur Jenderal Pajak dan tunduk pada pengarahan pekerjaan pemeriksaan dan bimbingan profesional Inspektorat Kementerian Keuangan.
Inspektorat Jenderal Pajak mempunyai status hukum, stempel sendiri, dan diperbolehkan membuka rekening di Kas Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Di samping itu, rancangan Keputusan tersebut juga mengusulkan penggantian nama Departemen Pemeriksaan Internal; Penyelesaian Pengaduan dan Pengaduan serta Pemberantasan Korupsi menjadi Departemen Pemeriksaan Internal; Penggantian nama Departemen Kebijakan menjadi Departemen Kebijakan Pengelolaan Pajak Dalam Negeri untuk membedakan fungsi dan tugas Departemen Kebijakan Pengelolaan dan Pengawasan Pajak, Biaya dan Pungutan.
Bersamaan dengan itu, Sekolah Vokasi Perpajakan akan dibubarkan. Dengan demikian, tugas penyusunan program dan dokumen pelatihan serta penyelenggaraan pelatihan bagi pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak akan dialihkan kepada Sekolah Pelatihan Staf Keuangan; tugas penyelenggaraan ujian untuk penerbitan sertifikat praktik di bidang layanan prosedur perpajakan akan dialihkan kepada Departemen/Kantor di bawah Direktorat Jenderal Pajak.
Dengan demikian, pasca penataan dan peleburan, jumlah aparatur Departemen Jenderal Pajak berkurang 1 unit (dari 17 menjadi 16 unit).
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)