Menurut IGN, pada tahun 2005, Resident Evil 4 (RE4) tidak hanya menandai titik balik bagi seri survival horror ini, tetapi juga menetapkan standar baru untuk genre aksi orang ketiga. Dua dekade kemudian, kesuksesan RE4 yang luar biasa masih membentuk cara Capcom merancang, memasarkan, dan mengembangkan produk-produk selanjutnya, mulai dari seri-seri Resident Evil selanjutnya hingga waralaba yang benar-benar berbeda.
Ciri khas RE4 adalah perspektif over-the-shoulder-nya, yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain dan dengan cepat menjadi model bagi serangkaian game berikutnya seperti Dead Space , The Last of Us , dan bahkan Resident Evil yang lebih baru. Dampak ini bertahan begitu lama sehingga Resident Evil 5 , 6 , dan bahkan remake RE4 di tahun 2023 tetap setia pada formula lama, meskipun dengan penyesuaian tempo dan intensitas aksi.
Gameplay over-the-shoulder khas Resident Evil 4 menghadirkan pengalaman aksi yang menegangkan, dipadukan dengan elemen melindungi karakter pendamping sepanjang perjalanan.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR
Dalam upaya berinovasi, Capcom merilis Resident Evil 7: Biohazard dengan perspektif orang pertama, mengembalikan pengalaman bermain ke horor murni. Namun, meskipun mendapat rating tinggi, game ini tetap tidak memberikan dampak kultural yang kuat seperti RE4. Kembalinya gaya aksi yang familiar di RE8 semakin menunjukkan bahwa Capcom kesulitan untuk keluar dari orbit yang telah ditetapkan oleh RE4 .
Tak hanya terbatas pada merek Resident Evil , pengaruh RE4 juga merambah ke proyek-proyek Capcom lainnya. Devil May Cry 4 dan The Evil Within (karya Shinji Mikami—tokoh di balik RE4 ) sama-sama memiliki ciri khas sistem pertarungan dan arah aksi khas yang digagas RE4 .
Selain itu, remake RE4 tahun 2023 terus menunjukkan daya tarik abadi dari game aslinya, meraup penjualan yang mengesankan dan menerima banyak pujian dari para kritikus. Hal ini semakin memperkuat posisi "poros sentral" yang dipegang RE4 dalam strategi produk Capcom, meskipun perusahaan terus bereksperimen dengan arah lain.
Dengan warisan teknis, desain, dan pengaruh yang membentang selama 20 tahun, Resident Evil 4 bukan hanya tonggak sejarah Capcom, tetapi juga sebuah pola yang belum terlampaui oleh perusahaan tersebut. Meskipun Capcom secara bertahap berinovasi dan memperbarui berbagai merek, bayang-bayang RE4 masih terasa jelas, sebagai jejak yang tak terhapuskan dalam genom pengembangan perusahaan.
Sumber: https://thanhnien.vn/hai-thap-ky-troi-qua-capcom-van-song-duoi-cai-bong-cua-resident-evil-4-185250709094936822.htm
Komentar (0)