Siang ini (6/11), melanjutkan masa sidang ke-8, di gedung DPR, DPRD membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan dan Penambahan Beberapa Pasal dalam Undang-Undang tentang Perencanaan, Undang-Undang tentang Penanaman Modal, Undang-Undang tentang Penanaman Modal dengan Pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, dan Undang-Undang tentang Pelelangan Usaha.
Apotek rumah sakit kekurangan banyak jenis obat-obatan dan peralatan medis .
Terkait Undang-Undang Penawaran, delegasi Majelis Nasional Tran Thi Nhi Ha (delegasi Hanoi ) mengatakan bahwa beberapa ketentuan undang-undang ini telah menyebabkan banyak kebingungan bagi rumah sakit.
Delegasi Majelis Nasional Tran Thi Nhi Ha (delegasi Hanoi).
Menurut Ibu Ha, dalam pelaksanaannya, banyak Dinas Kesehatan serta sarana pemeriksaan dan pengobatan medis yang mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perencanaan dan Investasi yang memuat kendala dan kekurangan yang ditemui, serta meminta arahan terkait hal tersebut.
"Apotek rumah sakit kekurangan banyak jenis obat dan peralatan medis untuk melayani kebutuhan pasien," kata delegasi tersebut.
Melihat kenyataan banyaknya kekurangan, delegasi perempuan mengusulkan untuk melakukan perubahan Pasal 2 Pasal 55 UU Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ke arah: Untuk pengadaan vaksin bagi pelayanan vaksinasi; pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, barang kebutuhan pokok pada tempat penjualan eceran di sarana pemeriksaan dan pengobatan kesehatan masyarakat, sarana tersebut dapat memutuskan pengadaannya sendiri, tanpa harus menggunakan formulir pemilihan kontraktor.
Menurut Ibu Ha, sementara fasilitas umum menghadapi banyak kesulitan dalam penawaran, yang mengakibatkan kekurangan obat-obatan dan peralatan medis, fasilitas medis non-publik memastikan kecukupan obat-obatan dan peralatan, bahkan obat-obatan langka dan peralatan medis modern.
Selain itu, Ibu Ha juga mengatakan bahwa meskipun salah satu prinsip penawaran adalah untuk memastikan efisiensi ekonomi, fasilitas swasta yang menggunakan metode pengadaan konvensional dapat membeli beberapa peralatan medis dengan harga lebih murah daripada fasilitas publik.
"Pertanyaan mengapa hal ini terjadi belum terjawab secara pasti dan tetap menjadi tantangan besar dalam pelelangan pekerjaan," kata Ibu Ha.
Menurut delegasi perempuan itu, usulan penambahan aturan dalam UU Pengadaan Barang/Jasa mengharuskan tidak hanya fasilitas umum, tetapi juga fasilitas kesehatan swasta untuk memasang informasi hasil pengadaan.
Pada saat yang sama, ini juga merupakan basis data penting yang berharga dalam manajemen dan referensi, menciptakan transparansi dan membatasi aspek negatif dalam penawaran, memastikan kecukupan obat-obatan dan peralatan medis untuk pemeriksaan dan perawatan medis.
Rumah sakit bingung beli obat
Memberikan komentarnya mengenai Undang-Undang Penawaran, delegasi Majelis Nasional Pham Khanh Phong Lan (delegasi HCMC) menegaskan bahwa penawaran bukanlah satu-satunya cara, bukan cara terbaik.
Delegasi Majelis Nasional Pham Khanh Phong Lan (delegasi HCMC).
Berdasarkan pengalaman kerjanya, delegasi perempuan itu menemukan bahwa, dengan adanya surat edaran Kementerian Kesehatan tersebut, semua apotek rumah sakit dan toko obat eceran di rumah sakit harus ada tata kelola, yakni sumber input, harga input, dan semakin tinggi nilai obat maka semakin rendah keuntungannya.
Menurut Ibu Lan, ini merupakan hal yang berharga karena apotek lain tidak dapat melakukannya. Ketika pasien datang berobat ke dokter, membeli obat di rumah sakit masih lebih aman daripada membelinya di luar.
Ibu Lan mengatakan bahwa UU Penawaran tahun 2013 telah menyebutkan masalah ini, bahwa sumber pendapatan harus sah.
"Kalau legal, pasti ada proses lelang. Hukumnya memang begitu, semua yang dibeli harus sesuai aturan," ujar Ibu Lan, seraya menyarankan agar ketika keputusan dan surat edaran dikeluarkan, dalam konteks rumah sakit, keduanya harus diamandemen sebagaimana diusulkan oleh delegasi Tran Thi Nhi Ha.
Kalau memang tidak bisa diperbaiki, maka harus dipahami dalam arti yang lebih luas bahwa kita yang memutuskan bentuk pengadaannya, apakah melalui lelang yang ditunjuk, lelang yang kompetitif, pengadaan langsung, atau negosiasi harga.
Delegasi perempuan tersebut juga mengatakan bahwa kenyataannya, di pasar baru-baru ini, ada orang yang bertanya: Mengapa obat-obatan langka selama bertahun-tahun, tetapi sekarang justru langka? Menurut Ibu Lan, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Covid-19 atau ini atau itu, tetapi kita harus menyadari bahwa "kita sendirilah yang mempersulit diri kita sendiri".
"Tidak ada negara di mana pil yang masuk ke rumah sakit dikelola secara sembarangan. Tujuan utama tetaplah memastikan peningkatan kesehatan masyarakat dan kualitas obat," ujar Ibu Lan.
Ibu Lan juga mengangkat isu tentang proyek dan hasil penelitian apa yang telah dievaluasi setelah bertahun-tahun bekerja keras dalam penawaran, penghematan apa yang telah dilakukan; atau serangkaian orang yang terlibat dalam pelanggaran dan proses pidana karena gagal sebelum mengajukan penawaran.
[iklan_2]
Source: https://www.baogiaothong.vn/hien-ke-sua-luat-de-chua-benh-thieu-thuoc-va-thiet-bi-y-te-192241106174949809.htm
Komentar (0)