Pada musim panen padi musim panas-gugur 2023, di Desa Xop Xang dan Pung, Kecamatan Muong Ai (Ky Son), kegembiraan atas panen yang melimpah membuat puluhan rumah tangga bersemangat untuk pergi ke sawah dan memanen padi. Bapak Vi Van Luu dari Desa Xop Xang mengatakan bahwa musim panen musim panas-gugur ini merupakan tahun pertama warga Desa Xop Xang menanam varietas padi baru bernama VNR20, yang dipandu oleh Pusat Layanan Pertanian Distrik. Benih padi, pupuk mikronutrien, dan pestisida didukung penuh.

Warga menyumbangkan tenaga dan pupuk organik. Seluruh desa Xop Xang menanam 8,4 hektar varietas padi baru VNR20. Sebelumnya, warga menanam varietas lokal dan meninggalkan benih sendiri, dengan hasil sekitar 35 kuintal/ha. Ini adalah musim pertama penanaman varietas baru, tetapi warga sangat antusias karena hasil panen diperkirakan mencapai 70 kuintal/ha.
Bapak Vo Duy An, petugas Pusat Layanan Pertanian Ky Son, mengatakan bahwa distrik tersebut memiliki 815 hektar lahan padi musim dingin-musim semi, dengan hasil panen tahunan rata-rata sekitar 35-38 kuintal/ha. Hal ini sebagian disebabkan oleh tingkat budidaya padi yang masih rendah, dan kurangnya penerapan teknologi baru dalam produksi.
Di samping itu, cuaca makin ekstrem, hama dan penyakit makin banyak bermunculan, sulit dicegah, varietas lokal makin merosot, produktivitas rendah, sementara banyak bermunculan varietas baru yang adaptif terhadap perubahan cuaca, tahan hama dan penyakit, dan sebagainya.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas dan hasil produksi padi di kabupaten ini, pelatihan teknis, pembangunan model demonstrasi, dan pengenalan varietas baru ke dalam produksi perlu dilakukan terlebih dahulu untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pusat Layanan Pertanian Ky Son telah membangun model budidaya intensif varietas padi VNR20 dengan skala 20 hektar di Kecamatan Muong Ai, yang terdiri dari 11,6 hektar di Desa Pung dan 8,4 hektar di Desa Xop Xang.

Varietas padi VNR20 adalah varietas padi murni dengan kualitas tinggi, potensi hasil tinggi, masa pertumbuhan pendek, daun bendera agak besar, anakan kuat, rumpun padat dan terkonsentrasi, serta ketahanan rebah yang baik. Beras VNR20 memiliki bulir panjang dan ramping, warna putih bersih, tekstur lembut, rasa yang kaya, dan nasi yang lezat.
Pada musim tanam 2023, meskipun kondisi cuaca yang kompleks, dengan sinar matahari dan hujan yang bergantian, serta kelembapan yang tinggi, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi munculnya hama dan kerusakan seperti wereng cokelat, wereng punggung putih, penggulung daun, tikus, penggerek batang, dan sebagainya. Namun, dengan keunggulan varietas padi baru yang tahan hama dan penyakit serta cukup tahan rebah, panen padi dapat dilakukan pada akhir Oktober 2023.
Berpartisipasi langsung dengan masyarakat desa-desa di Komune Muong Ai untuk memanen padi VNR20, Pusat Layanan Pertanian Distrik Ky Son menyelenggarakan evaluasi hasil "Model Pertanian Intensif Varietas Padi Berkualitas Tinggi VNR 20". Luas lahan 20 hektar, diujicobakan di 2 desa dengan 30 rumah tangga peserta, dengan total biaya pelaksanaan hampir 500 juta VND. Dari jumlah tersebut, pemerintah kabupaten memberikan dukungan sebesar 370 juta VND, sementara masyarakat menyumbang pupuk organik dan biaya perawatan lebih dari 100 juta VND.

Bapak Vi Oanh, Kepala Dinas Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Kabupaten Ky Son, mengatakan bahwa melalui uji coba praktis varietas padi baru ini, baik masyarakat setempat maupun masyarakat setempat telah memperoleh pengalaman berharga, yang membantu keberhasilan dan efektivitas replikasi varietas padi baru di wilayah tersebut. Sebagai contoh, ketika menanam padi, rumah tangga perlu mengorganisir pertukaran tenaga kerja, atau mempekerjakan rumah tangga yang telah terlatih untuk menanam dengan benar, dan staf harus secara teratur memantau sawah. Kalender panen dan rencana produksi kabupaten dan kota perlu dipatuhi. Melihat efektivitas model ini, disarankan agar semua tingkatan, sektor, dan kabupaten mempromosikannya agar masyarakat dapat mengenali dan mereplikasinya di tahun-tahun mendatang.

Sumber
Komentar (0)