Ikon chatbot Grok. Foto: REUTERS/TTXVN
Menurut Politico pada 14 Juli, informasi ini diumumkan setelah xAI, startup AI milik Elon Musk, secara resmi memperkenalkan rangkaian produk "Grok for Government" di jejaring sosial X milik Musk. Menurut pengumuman tersebut, rangkaian produk ini akan menyediakan model AI canggih yang dirancang khusus untuk melayani pelanggan Pemerintah AS, termasuk Departemen Pertahanan .
Kontrak Pentagon dengan xAI dilaporkan bernilai hingga $200 juta. Persyaratan awal menunjukkan bahwa Grok akan digunakan untuk mengembangkan model AI khusus untuk keamanan nasional, penelitian sains dasar, dan ekspansi ke bidang medis . Selain itu, alat ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempromosikan proyek-proyek AI untuk kesehatan masyarakat dan bidang-bidang penelitian teknologi utama.
Hal ini dianggap sebagai langkah maju yang penting bagi ambisi Elon Musk untuk memperluas pengaruhnya di bidang kecerdasan buatan, terutama aplikasi yang melayani keamanan dan pertahanan nasional. Miliarder teknologi ini telah lama menganggap Grok sebagai pesaing langsung bagi perusahaan AI besar lainnya, termasuk OpenAI—perusahaan yang juga telah menandatangani kontrak terpisah dengan Pentagon dalam program pengembangan AI mendalam.
"Grok for Government adalah rangkaian produk yang menyediakan model AI tercanggih kami bagi pelanggan Pemerintah AS," ujar xAI dalam pengumuman di platform X.
Selain xAI, perusahaan teknologi besar seperti Anthropic dan Google juga telah menerima kontrak untuk mengembangkan AI untuk keperluan pertahanan, menurut konfirmasi dari Departemen Pertahanan AS. Meskipun tidak memberikan komentar detail, Pentagon telah mempublikasikan informasi dasar perjanjian tersebut di halaman informasinya.
Grok juga baru-baru ini menghadapi kritik atas kontennya. Pekan lalu, chatbot AI tersebut mengunggah beberapa komentar yang diduga anti-Semit, tak lama setelah Elon Musk mengumumkan rencana untuk mengubah dan meningkatkan sistemnya. X segera menghapus unggahan tersebut, dengan alasan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan oleh bug dalam model bahasa intinya, melainkan sistem moderasi konten yang kurang optimal.
Para analis mengatakan bahwa penandatanganan kontrak oleh Pentagon untuk menggunakan Grok dalam konteks kontroversi platform baru-baru ini menunjukkan bahwa AS masih berupaya untuk mengeksploitasi teknologi AI generasi baru guna melayani strategi keamanan nasionalnya dan mempertahankan posisi kompetitif teknologinya.
Kabar kesepakatan Pentagon-xAI juga menarik perhatian karena diumumkan di tengah tanda-tanda keretakan antara Presiden AS Donald Trump dan miliarder Elon Musk. Sebelumnya, Musk menghabiskan hampir $300 juta untuk mendukung kampanye pemilihan ulang Trump serta kandidat Partai Republik dalam pemilihan 2024. Namun, baru-baru ini, miliarder ini secara terbuka mengkritik Presiden Trump atas paket pengeluaran besar-besaran, yang menurut Musk akan menambah beban utang publik AS.
Tak hanya itu, Musk juga menuduh pemerintahan Trump dan Departemen Kehakiman AS menyembunyikan informasi terkait pemodal miliarder Jeffrey Epstein—yang dituntut atas perdagangan seks dan meninggal di penjara. Selain itu, pengumuman Musk bahwa ia akan membentuk partai politik ketiga untuk mencalonkan diri dalam pemilu mendatang telah meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak. Pihak Trump bereaksi keras, dengan mengatakan bahwa Elon Musk telah "melewati batas".
Sementara itu, Departemen Pertahanan AS tetap pada pendiriannya untuk tidak mengomentari secara mendalam hubungan pribadi antara pihak-pihak yang terlibat, tetapi berfokus pada penegasan bahwa pemilihan mitra teknologi tersebut sejalan dengan tujuan keamanan nasional dan pengembangan sains dan teknologi. Menurut beberapa sumber, kontrak-kontrak baru tersebut akan berfokus pada pengembangan aplikasi AI yang dapat mendukung pemrosesan data besar, meningkatkan kemampuan analisis intelijen, dan melayani bidang kedokteran dan sains dasar.
Menurut Surat Kabar HOANG ANH/Tin Tuc dan Dan Toc
Sumber: https://baovanhoa.vn/nhip-song-so/lau-nam-goc-se-trien-khai-su-dung-cong-cu-ai-grok-cua-elon-musk-152366.html
Komentar (0)