Pisang kaya akan antioksidan, flavonoid, dan vitamin C yang dapat menghilangkan radikal bebas, sehingga berkontribusi terhadap pencegahan kanker.
Menurut penelitian oleh Institut Italia untuk Pengembangan Teknologi Biomedis, pisang mengandung flavonoid alami, senyawa yang bertindak sebagai antioksidan untuk membantu mengurangi pembengkakan, iritasi dan peradangan, serta mencegah kanker dan penyakit kronis.
Penelitian dari Universitas California (AS) menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi buah, termasuk pisang, memiliki risiko leukemia yang lebih rendah. Pisang kaya akan vitamin C—antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas, membantu mencegah oksidasi yang menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan oksidatif yang terjadi pada sel dapat menyebabkan mutasi gen dan masalah seperti kanker, penuaan dini, dan gangguan autoimun...
Semakin matang pisang, semakin tinggi efek antikankernya. Foto: Freepik
Para ilmuwan di Universitas Teikyo di Jepang telah menemukan bahwa pisang yang sudah matang menghasilkan TNF, yang memiliki kemampuan untuk melawan sel-sel abnormal penyebab kanker. Aktivitas pisang matang serupa dengan lentinan, suatu imunostimulan kimia yang diberikan secara intravena sebagai agen anti-kanker. Oleh karena itu, pisang matang dapat bertindak sebagai agen anti-kanker dengan merangsang produksi sel darah putih.
Semakin banyak bercak gelap pada kulit pisang matang, semakin besar pula peningkatan fungsi kekebalan tubuh. Oleh karena itu, semakin matang pisang, semakin baik pula khasiat antikankernya. Pisang kuning matang dengan bintik-bintik gelap delapan kali lebih efektif dalam meningkatkan fungsi sel darah putih dibandingkan pisang hijau.
Menurut Universitas Teikyo, buah ini juga mengandung beberapa antioksidan yang membantu menghancurkan radikal bebas. Dengan menghancurkan radikal bebas, antioksidan dalam pisang dapat meminimalkan efek berbahayanya dan melawan kanker pada tahap awal.
Selain itu, pisang juga menyediakan serat dan banyak nutrisi penting seperti vitamin B6, yang penting untuk berbagai proses dalam tubuh. Pisang hijau mengandung banyak pati resisten, yang dicerna secara perlahan, membantu mengurangi rasa lapar, mendukung penurunan berat badan, dan dapat menstabilkan kadar gula darah setelah makan. Menurut Departemen Pertanian AS, satu pisang berukuran sedang mengandung lebih dari 3 gram serat, 422 mg kalium, lebih dari 10 mg vitamin C, dan 0,4 mg vitamin B6 untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan metabolisme.
Buah ini dapat diolah secara fleksibel menjadi banyak hidangan seperti smoothie, sandwich, kue pisang...
Kucing Mai (Menurut Kesehatan Sehari-hari )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)