Konsumen mencari informasi tentang produk kecantikan di sebuah toko kosmetik di Korea Selatan - Foto: REUTERS
Dalam beberapa tahun terakhir, kata "alami" telah menjadi semakin umum pada label produk kecantikan - dari pembersih, losion, hingga sampo.
Dengan citra yang ramah dan janji "lembut" dan "aman untuk kulit", banyak konsumen yang rela mengeluarkan banyak uang untuk memilih produk berlabel "alami".
Namun, menurut dokter kulit Rosalind Simpson - profesor madya di Universitas Nottingham (Inggris), frasa "alami" tidak selalu identik dengan "baik untuk kulit".
"Ini telah menjadi kata kunci pemasaran yang umum, membuat banyak orang keliru percaya bahwa semua produk alami aman. Padahal, itu tidak sepenuhnya akurat," tegasnya.
Faktanya, banyak produk yang diiklankan sebagai "alami" tidak sepenuhnya terbuat dari bahan alami.
Survei pendahuluan terhadap 100 produk perawatan kulit yang dijual di Amazon menemukan bahwa hanya 42% yang memiliki bahan alami, sementara sisanya mengandung sedikitnya dua bahan sintetis.
Secara khusus, meskipun berasal dari sumber alami, beberapa bahan masih dapat menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit sensitif.
Menurut Dr. Rosalind Simpson, zat-zat seperti minyak pohon teh, kayu manis, pepermin, linalool (senyawa yang sering ditemukan dalam wewangian) dan lanolin (berasal dari lemak domba) - semuanya merupakan agen umum yang menyebabkan reaksi kulit pada beberapa orang.
Demikian pula, beberapa bahan sintetis (seperti pewarna dan pewangi) juga dapat menyebabkan iritasi—tetapi tidak semuanya buruk. Banyak senyawa sintetis dikembangkan dengan tujuan agar lembut, mengurangi risiko reaksi alergi, dan cocok untuk kulit sensitif.
"Tidak semua produk alami itu baik, dan tidak semua bahan sintetis itu buruk," tegas Dr. Simpson. "Yang terpenting adalah memahami apa yang cocok untuk kulit Anda—dan itu tidak selalu sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan."
Jika Anda memiliki kulit sensitif, saran Dr. Simpson adalah memilih produk dengan daftar bahan sependek mungkin.
Selain itu, jika Anda menduga kulit Anda teriritasi oleh suatu produk (meskipun Anda telah menggunakannya selama berbulan-bulan), hentikan penggunaannya untuk memeriksa reaksinya.
Sumber: https://tuoitre.vn/my-pham-tu-nhien-co-thuc-su-diu-nhe-va-an-toan-hon-cho-lan-da-20250811174523231.htm
Komentar (0)