Pemerintahan koalisi 10 partai baru Afrika Selatan bertujuan untuk meningkatkan ekspor pertanian ke Tiongkok, dalam upaya memperkuat hubungan dengan Beijing, merangsang perekonomian , dan mengatasi pengangguran.
Afrika Selatan berupaya memperluas portofolio produknya ke pasar dengan populasi satu miliar orang. (Sumber: Bloomberg) |
Menteri Pertanian John Steenhuisen, yang merupakan bagian dari delegasi Afrika Selatan pada KTT Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika ke-9 di Beijing, mengatakan bahwa negaranya berfokus untuk membangun hubungan yang kuat dengan Beijing. Khususnya, pada tingkat teknis, produk pertanian akan memenuhi persyaratan fitosanitari dan biosekuriti Tiongkok.
Afrika Selatan sudah mengekspor jeruk dan daging sapi dalam jumlah besar ke China, dan tengah berupaya memperluas portofolio produknya ke pasar raksasa tersebut, menurut Tn. Steenhuisen.
Pada tahun 2023, Tiongkok akan melampaui Uni Eropa dan menjadi mitra dagang terbesar Afrika Selatan, dengan nilai perdagangan dua arah mencapai $55,2 miliar, dengan neraca perdagangan yang condong ke arah Pretoria. Kedua negara merupakan anggota BRICS, yang memiliki tujuan yang sama untuk mengimbangi pengaruh Barat dalam ekonomi global.
“Kami ingin menyusun strategi hubungan kami dengan Beijing untuk memaksimalkan manfaat bagi Afrika Selatan dan mendapatkan lebih banyak manfaat daripada yang kami korbankan,” kata Bapak Steenhuisen.
Menteri Steenhuisen memimpin Aliansi Demokratik, sebuah partai berhaluan tengah dan partai politik terbesar kedua di Pretoria. Ia bergabung dengan pemerintahan persatuan nasional Presiden Cyril Ramaphosa setelah pemilu 29 Mei gagal menghasilkan pemenang mutlak.
Tn. Steenhuisen menegaskan bahwa pemerintah persatuan nasional segera bekerja dan semuanya berjalan sangat lancar.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/nam-phi-muon-chien-luoc-hoa-quan-he-voi-trung-quoc-tren-mat-tran-kinh-te-285134.html
Komentar (0)