Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Kelompok mahasiswa ciptakan robot perawat pintar

Báo Phụ nữ Việt NamBáo Phụ nữ Việt Nam05/11/2024

[iklan_1]

Ide pengembangan robot perawat pintar berawal dari observasi praktis tim AIoT BKR, yang beranggotakan 5 mahasiswa dari Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh, dengan keinginan untuk berkontribusi pada perkembangan industri medis. Di bawah bimbingan Lektor Kepala, Dr. Le Thanh Long, dosen Fakultas Teknik Mesin, ide ini berhasil meraih juara pertama di bidang sains di universitas tersebut.

Menurut Associate Professor, Dr. Le Thanh Long, kekurangan sumber daya manusia di rumah sakit dan fasilitas medis merupakan masalah yang mengkhawatirkan, terutama di tengah meningkatnya permintaan layanan kesehatan. Pembuatan perangkat pendukung untuk menyederhanakan proses pemantauan kesehatan, pengangkutan pasokan medis, dan membantu dokter dalam pemeriksaan dan perawatan sangatlah mendesak.

"Menurut studi Kementerian Kesehatan tahun 2022, rumah sakit besar menghadapi kelebihan beban, dengan hingga 20% perawat bekerja melebihi kapasitasnya. Kekurangan ini tidak hanya memengaruhi kualitas perawatan pasien tetapi juga menyebabkan kesalahan pengobatan di rumah sakit akibat proses manual," ujar Tran Vu Gia Huy, ketua tim peneliti.

Dari kenyataan tersebut, tim mengembangkan ide Florence, robot perawat, dengan tujuan meningkatkan kualitas perawatan pasien di rumah sakit Vietnam. Florence dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti navigasi otomatis, komunikasi suara, pengukuran, dan analisis data.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan dan internet untuk segala, robot ini mampu mengidentifikasi, mengumpulkan data pasien, dan membantu dokter dalam diagnosis dan perawatan.

Salah satu keterbatasan model robot perawat saat ini adalah biaya dan kompatibilitasnya dalam hal teknologi dan fungsi. Oleh karena itu, tim peneliti berupaya mengurangi biaya produk hingga hanya 1/5 dari biaya robot impor.

Nhóm sinh viên Đại học Bách khoa TPHCM sáng chế robot y tá thông minh- Ảnh 1.

Produk robot perawat Florence

Di saat yang sama, robot ini dapat menguasai teknologi dan pengoperasian serta perawatannya pun mudah karena dirancang dan diproduksi di Vietnam. Desain fungsi juga dipertimbangkan oleh tim agar sesuai dengan karakteristik pasien Vietnam, seperti komunikasi suara, perawatan 24/7, serta pemahaman budaya dan adat istiadat Vietnam.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah meyakinkan fasilitas perawatan kesehatan dan pasien untuk percaya pada efektivitas dan keamanan robot dalam perawatan kesehatan.

Selain itu, mengintegrasikan robot ke dalam alur kerja rumah sakit saat ini juga memerlukan perubahan prosedur dan pelatihan staf. Beberapa peningkatan utama yang terus dilakukan tim meliputi: Mengoptimalkan desain produk agar mudah bergerak di ruang rumah sakit yang sempit; mengganti komponen dengan modul industri; mengintegrasikan chip yang dapat menyimpan dan memproses data lebih cepat.

Algoritma untuk pengenalan pengguna, pemindaian wajah, dan navigasi robot juga perlu dioptimalkan, terutama saat beroperasi di lingkungan dunia nyata dengan populasi pasien yang besar.

Proses penyempurnaan produk dapat berlangsung selama 1 tahun, melalui tahapan uji coba praktis dan evaluasi dari dokter, perawat, dan pakar teknologi medis. Di saat yang sama, masukan dari tim medis dan dokter akan membantu menyempurnakan produk dengan lebih baik.

Profesor Madya, Dr. Le Thanh Long, mengatakan bahwa untuk memastikan keselamatan, ke depannya, tim akan melakukan uji coba ketat terhadap kemampuan robot untuk bergerak dan menghindari rintangan. Pada saat yang sama, mereka akan mengevaluasi kemampuan robot untuk berinteraksi dengan pengguna dari berbagai usia dan jenis kelamin.

"Kami yakin bahwa, dengan persiapan yang matang, robot perawat akan memenuhi semua persyaratan ketat lingkungan rumah sakit dan memberikan manfaat bagi pasien maupun fasilitas medis," tegas Profesor Madya, Dr. Le Thanh Long.

Berkat produk robot perawat Florence, tim AIoT BKR memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi "Bach khoa Innovation 2024" di Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh. Dalam waktu dekat, tim ini berharap dapat berpartisipasi dalam penghargaan penelitian ilmiah mahasiswa dan kompetisi sains dan teknologi lainnya.


[iklan_2]
Sumber: https://phunuvietnam.vn/nhom-sinh-vien-dai-hoc-bach-khoa-tphcm-sang-che-robot-y-ta-thong-minh-20241105133903737.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk