Dr. Huynh Tan Vu, dari Universitas Kedokteran dan Rumah Sakit Farmasi, Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa dalam pengobatan Timur, kubis bersifat manis, dingin, tidak beracun, memiliki efek melancarkan peredaran darah, menghentikan pendarahan, bersifat diuretik, membersihkan paru-paru, membersihkan panas, menghilangkan dahak, mendetoksifikasi, memproduksi cairan tubuh, menghilangkan dahak, mendinginkan lambung, serta memperkuat limpa dan lambung.
Dokter Vu juga menekankan bahwa kubis tidak cocok untuk orang dengan kondisi tubuh yang dingin. Jika ingin menggunakannya, Anda harus menggabungkannya dengan jahe segar.
Kubis mengandung sedikit goitrin—suatu antioksidan—tetapi zat ini juga merupakan salah satu faktor penyebab gondok. Oleh karena itu, penderita gangguan tiroid atau gondok sebaiknya tidak mengonsumsi kubis, karena dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.
Penderita gagal ginjal berat atau yang sedang menjalani dialisis sebaiknya tidak mengonsumsi kubis. Penderita sembelit atau sedikit buang air kecil sebaiknya tidak mengonsumsi kubis mentah atau acar kubis, melainkan harus dimasak.
Menurut Dr. Huynh Tan Vu, kubis telah digunakan sebagai obat sejak zaman kuno di Eropa. Orang-orang menyebutnya "obat orang miskin".
Kubis baik untuk kesehatan tetapi tidak semua orang bisa memakannya.
Secara nutrisi, 100 gram kubis menyediakan 50 kalori, kalsium, fosfor, kalium, dan zat besi bagi tubuh. Kandungan vitamin C dalam kubis berada di urutan kedua setelah tomat, 4,5 kali lebih banyak daripada wortel, dan 3,6 kali lebih banyak daripada kentang dan bawang.
Khasiat obat dari kubis dapat digunakan sebagai obat cacing, dioleskan sebagai disinfektan, menyembuhkan luka, bisul, luka ganas, dan juga berkhasiat sebagai obat serangga (lebah, laba-laba, dan lain-lain).
Kubis juga digunakan sebagai pereda nyeri untuk rematik, asam urat, linu panggul (ambil daun kubis, setrika hingga lunak, lalu tempelkan pada bagian yang nyeri); membantu membersihkan saluran pernafasan dengan cara menempelkannya (mengobati sakit tenggorokan dan suara serak), atau meminumnya secara internal (mengobati batuk, pneumonia).
Kubis juga merupakan antiseptik, antidisentri, dan sumber sulfur bagi tubuh. Rebusan kubis digunakan untuk memurnikan darah. Kubis juga merupakan stimulan anti-saraf dan obat insomnia yang sangat baik. Orang yang cemas, siswa yang akan menghadapi ujian, orang yang mengalami gangguan saraf, dan orang yang terus-menerus merasa lelah sebaiknya mengonsumsi kubis secara teratur.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/nhung-nguoi-khong-nen-an-cai-bap-ar912206.html
Komentar (0)