Pada konferensi pers rutin untuk kuartal kedua yang diadakan pada tanggal 16 Juni, Kementerian Keuangan menerima sejumlah pertanyaan terkait kepatuhan pajak perusahaan angkutan daring Grab di Vietnam.
Grab Company Limited, perusahaan dengan modal asing, telah beroperasi di Vietnam selama 9 tahun. Saat pertama kali memasuki pasar, pendapatan Grab pada tahun 2014 hanya VND 1,5 miliar. Namun, pada tahun 2022, target keuangan ini meningkat menjadi VND 6.384 miliar.
Karena kerugian yang terus-menerus, Grab belum perlu membayar pajak penghasilan badan. (Foto: Chi Hung).
Hebatnya, Grab tidak perlu membayar pajak penghasilan badan apa pun ke Vietnam sementara setiap tahun mentransfer ratusan miliar dong dalam bentuk royalti, biaya manajemen... ke dua perusahaan terkait, GrabTaxi Holdings Pte Ltd (berkantor pusat di Singapura) dan Grab Inc (berkantor pusat di Kepulauan Cayman, Inggris).
Realitas ini telah menimbulkan banyak pertanyaan tentang tanggung jawab Departemen Umum Perpajakan untuk meninjau kewajiban pajak untuk Grab serta efektivitas langkah-langkah Kementerian Keuangan saat ini untuk mencegah penetapan harga transfer dan kerugian pajak bagi perusahaan-perusahaan dengan investasi asing.
Terkait hal ini, Wakil Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Perpajakan, Vu Chi Hung, menegaskan bahwa Kementerian Keuangan dan sektor perpajakan senantiasa memperhatikan upaya pemberantasan transfer pricing untuk mencegah kerugian pajak. Berdasarkan Undang-Undang Administrasi Perpajakan, badan usaha yang berinvestasi dan berbisnis di Vietnam wajib memenuhi kewajiban perpajakannya melalui pelaporan dan pembayaran pajak mandiri.
Terkait Grab, pimpinan Direktorat Jenderal Perpajakan menyatakan akan berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Perpajakan Kota Ho Chi Minh untuk mengarahkan Kantor Pelayanan Pajak No. 7 Nha Be (unit pengelola PT. Grab) guna meninjau dan mengevaluasi kewajiban pembayaran pajak PT. Grab, dan segera melaporkan kepada Direktorat Jenderal Perpajakan Kota Ho Chi Minh untuk menyerahkan laporan tersebut kepada Direktorat Jenderal Perpajakan.
(Sumber: Zing News)
Berguna
Emosi
Kreatif
Unik
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)