Menurut Ekta Singhwal, seorang ahli gizi di Rumah Sakit Ujala Cygnus di India, buah jeruk mengandung serat yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung mikrobioma usus yang sehat.
Namun, menurut Health Shots , bagi banyak orang, mengonsumsi buah jeruk terlalu dekat dengan waktu makan dapat menyebabkan beberapa masalah.
Mengonsumsi jeruk bali, jeruk, dan jeruk mandarin tepat setelah makan mungkin tidak baik untuk kesehatan Anda.
1. Mempengaruhi pencernaan
Buah-buahan sitrus bersifat asam, dan mengonsumsinya segera setelah makan dapat mengganggu sistem pencernaan pada beberapa orang. Keasamannya dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan pencernaan, atau rasa panas di dada, terutama pada mereka yang rentan terhadap refluks asam. Bahkan orang dengan sistem pencernaan yang sensitif pun mungkin mengalami kembung jika mereka makan jeruk bali, jeruk, atau jeruk mandarin setelah makan.
Tunggu sekitar 30 menit hingga satu jam setelah makan sebelum mengonsumsi buah jeruk.
2. Penyerapan nutrisi
Beberapa senyawa dalam buah jeruk dapat mengganggu penyerapan nutrisi jika dikonsumsi setelah makan. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas mineral dan vitamin esensial.
Ini termasuk polifenol, tanin, dan oksalat. Zat-zat ini dapat berikatan kompleks dengan kalsium dan zat besi, mengurangi penyerapannya jika dikonsumsi dalam jumlah besar segera setelah makan.
3. Menyebabkan fluktuasi kadar gula darah.
Jika dikonsumsi segera setelah makan, gula alami dalam buah jeruk masih dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba yang kemudian diikuti oleh penurunan. Para ahli mengatakan hal ini dapat menyebabkan perasaan lelah atau keinginan untuk ngemil.
4. Dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Buah jeruk tetap mengandung kalori. Konsumsi berlebihan, terutama setelah makan, dapat menyebabkan defisit kalori, yang mengakibatkan kenaikan berat badan seiring waktu.
5. Interaksi obat
Para ahli mengatakan bahwa jeruk bali, jeruk, dan jeruk mandarin dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, memengaruhi penyerapan atau efektivitasnya.
Secara khusus, jeruk bali dapat berinteraksi dengan banyak obat yang berbeda, memengaruhi efektivitasnya, seperti obat untuk kolesterol tinggi (atorvastatin dan simvastatin) dan obat tekanan darah (nifedipine, felodipine, dan amlodipine).
Jadi, kapan waktu terbaik untuk makan jeruk bali, jeruk, dan jeruk mandarin?
Mengonsumsi buah jeruk dalam diet Anda dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, tetapi ingatlah untuk tidak memakannya segera setelah makan. Idealnya, tunggu sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum memakannya, menurut Health Shots.
Tautan sumber







Komentar (0)