Terkait informasi mengenai iklan menggelikan "makan 1 permen sayur sama dengan sepiring sayur penuh" oleh Chi Em Rot Group, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera melakukan investigasi dan mempertimbangkan untuk menangani kasus tersebut.
Akhir-akhir ini, di media dan media sosial marak beredar informasi terkait produk permen sayur Kera, produk Perusahaan Saham Gabungan (PT) Chi Em Rot Group.
Produk permen sayur Kera yang diiklankan oleh Quang Linh Vlogs dan Hang "Du Muc" memiliki nilai serat yang tinggi, "1 permen setara dengan sepiring penuh sayur". Hal ini memicu kemarahan publik karena ketidakakuratannya.
Terkait dengan kejadian tersebut di atas, Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( Kementerian Perindustrian dan Perdagangan ) segera turun tangan dan melakukan kegiatan pemeriksaan dan verifikasi.
Sehubungan dengan itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha telah mengirimkan dokumen yang meminta Perusahaan Saham Gabungan Chi Em Rot Group untuk memberikan dokumen deklarasi produk dan dokumen terkait asal, sumber, kualitas, kegiatan periklanan, dan komunikasi informasi tentang produk permen sayur Kera.
Bersamaan dengan itu, Komite menghubungi Departemen Keamanan Pangan Kota Ho Chi Minh dan Departemen Kesehatan Provinsi Dak Lak untuk mengumpulkan dan menyintesis informasi guna membantu penilaian insiden tersebut.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nasional menyatakan telah meninjau dan mengevaluasi catatan dan informasi kasus tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan hak konsumen dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Atas dasar hasil sintesis, verifikasi, dan klarifikasi informasi, apabila ditemukan pelanggaran hukum, Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan berkoordinasi dengan unit kerja terkait untuk mengkaji dan menindaklanjutinya secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengimbau konsumen agar berhati-hati terhadap informasi iklan di media sosial, terutama produk yang berkaitan dengan kesehatan.
Selain itu, Anda harus meneliti informasi produk, asal produk, dan sertifikasi kualitasnya dengan saksama sebelum memutuskan untuk membeli. Jika menemukan iklan atau memberikan informasi palsu, konsumen harus segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk segera ditangani.
Bagi lembaga usaha maupun perorangan, pemberian informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap tidak saja menimbulkan kerugian bagi konsumen dan berdampak pada reputasi lembaga usaha maupun perorangan, tetapi juga dapat dianggap dan ditangani atas pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan konsumen dan peraturan perundang-undangan terkait.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan, dalam turut serta memberikan informasi mengenai produk, barang, dan jasa kepada konsumen, influencer perlu melakukan pengecekan dan penelitian terhadap informasi tersebut agar dapat melaksanakan sepenuhnya tanggung jawab influencer sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan konsumen.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada sore hari tanggal 14 Maret, seorang perwakilan dari Chi Em Rot Group meminta maaf "atas kesalahan yang tidak diinginkan yang menyebabkan informasi palsu yang memengaruhi semua orang" dan mengatakan bahwa "masalah ini berasal dari masa muda, kurangnya pengalaman, dan kurangnya pengalaman".
Dalam pertemuan tersebut, Quang Linh Vlogs menegaskan bahwa produk tersebut tidak dapat menggantikan sayuran, melainkan hanya suplemen nutrisi. Setelah kejadian ini, Quang Linh Vlogs mengatakan bahwa ia akan berhenti menjual siaran langsung untuk waktu yang lama dan kembali ke Afrika.
Sementara itu, Hang "Nomad" menangis, mengakui kesalahannya saat berbicara dan memperkenalkan produk-produk seperti permen Kera atau sarang burung walet. Ibu Hang mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak kekurangan, "karena terlalu muda, kesuksesan datang terlalu cepat, sehingga bisa membuatnya tersesat."
Sebelum kontroversi mengenai iklan manfaat produk yang berlebihan, lebih dari 100.000 produk telah terjual. Jika pelanggan yang telah membeli Kera ingin mengembalikan atau mengembalikan uang produk, perusahaan bersedia melakukannya, ujar CEO CER.
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/xem-xet-xu-ly-vu-an-1-vien-keo-rau-kera-bang-ca-dia-rau-cua-chi-em-rot-2381011.html
Komentar (0)