
Olahraga telah lama dianggap sebagai "obat gratis" untuk membantu memperlambat proses penuaan (Foto: Getty).
Meskipun pengobatan modern membantu orang hidup lebih lama, paradoks "penuaan lebih cepat" hadir seiring dengan penyakit yang berkaitan dengan usia seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan neurodegenerasi yang membuat orang semakin muda.
Dalam konteks tersebut, olahraga masih dianggap sebagai "obat gratis" melawan penuaan. Baru-baru ini, sebuah studi terobosan dari Tiongkok telah mengungkap mekanisme biologis di balik efek ajaib ini.
Olahraga dan “misteri” umur panjang dari perspektif biologis
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Institut Zoologi dan Institut Genomik Beijing (di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok), menganalisis respons biologis pada manusia dan model hewan.
Penemuan utamanya adalah bahwa senyawa betaine, yang diproduksi secara alami di ginjal selama latihan jangka panjang, memainkan peran utama dalam menghambat peradangan kronis dan penuaan sel.
Penelitian menunjukkan bahwa betaine bertindak sebagai "pengantar molekuler" yang secara langsung menghambat enzim TBK1—protein kunci yang memicu peradangan kronis, yang meningkat seiring bertambahnya usia. Ketika betaine berikatan dengan TBK1, ia mencegah enzim ini mengaktifkan faktor-faktor inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan IFN-β.
Hal ini secara signifikan mengurangi produksi sitokin inflamasi, melindungi organ dalam dari kerusakan kronis, sehingga memperpanjang umur sel dan meningkatkan fungsi fisiologis secara keseluruhan.
Hebatnya, para ilmuwan juga menemukan bahwa mengonsumsi suplemen betaine dari luar dapat mereproduksi hampir semua manfaat biologis dari olahraga jangka panjang. Eksperimen pada tikus menunjukkan bahwa betaine secara signifikan meningkatkan daya tahan otot, fungsi ginjal, daya ingat, dan suasana hati – faktor-faktor yang seringkali menurun seiring bertambahnya usia.
Potensi aplikasi: “Pengobatan olahraga”
Betain tidak hanya menghambat TBK1, tetapi juga memengaruhi banyak jalur biologis penting lainnya. Senyawa ini mengaktifkan AMPK – enzim yang mengatur energi seluler, sekaligus menghambat NLRP3 – faktor penyebab peradangan kronis yang berkaitan dengan banyak penyakit terkait usia.
Betain juga berkontribusi pada stabilisasi ion intraseluler, meningkatkan ekspresi gen antioksidan, dan melindungi DNA dari kerusakan. Semua efek ini menjaga stabilitas molekuler, sehingga memperlambat proses penuaan alami.
Menguraikan mekanisme betaine membuka prospek pengembangan "obat peniru olahraga". Ini bisa menjadi solusi medis baru yang membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat tanpa sepenuhnya bergantung pada program olahraga tradisional.
Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc/van-dong-lam-cham-qua-trinh-lao-hoa-nhu-the-nao-20250701083819923.htm
Komentar (0)