Dokter Spesialis Vo Van Man , Kepala Departemen Trauma Ortopedi, Rumah Sakit Umum Internasional Nam Sai Gon, menjawab: Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun kronis yang umumnya ditemukan pada wanita paruh baya. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh—yang berfungsi melindungi tubuh—salah mengenali dan menyerang jaringan sehat, terutama mukosa di sekitar sendi. Akibatnya adalah peradangan, pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada sendi, yang jika tidak ditangani sejak dini dapat menyebabkan deformitas dan hilangnya fungsi motorik. Penyakit ini seringkali menyerang banyak sendi secara bersamaan, seperti sendi tangan, pergelangan tangan, lutut, dan sebagainya.
Penyebab dan faktor risiko
Saat ini, penyebab spesifik penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, menurut banyak dokumen medis terkemuka, terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko artritis reumatoid, seperti:
- Genetika: Jika seseorang dalam keluarga Anda pernah menderita penyakit ini, risiko Anda lebih tinggi.
- Jenis kelamin: Wanita memiliki risiko lebih tinggi daripada pria.
- Usia: Dapat terjadi pada usia berapa pun, paling umum pada usia paruh baya.
- Gaya hidup: Merokok, stres berkepanjangan, atau lingkungan hidup yang tercemar juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit.
Artritis reumatoid di pergelangan tangan
FOTO: BSCC
Gejala apa yang biasanya dialami pasien?
Penderita mungkin mengalami gejala-gejala seperti nyeri dan kaku pada persendian, terutama di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama; persendian bengkak, panas, merah, nyeri atau berubah bentuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, kadang-kadang disertai bintil di bawah kulit, kesemutan pada tangan dan kaki, serta sesak napas.
Bisakah artritis reumatoid disembuhkan sepenuhnya?
Saat ini, artritis reumatoid belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikontrol dengan baik, gejalanya berkurang, perkembangan penyakit diperlambat dan pasien dapat hidup sehat.
Pasien mungkin mengalami gejala seperti nyeri dan kekakuan pada persendian.
FOTO: AI
Apakah Anda harus minum obat seumur hidup?
Artritis reumatoid seringkali membutuhkan pengobatan jangka panjang. Namun, tidak selalu perlu mengonsumsi obat yang sama seumur hidup.
Tergantung pada perkembangan penyakit, dokter yang merawat akan mempertimbangkan penyesuaian rejimen, pengurangan dosis, atau penggantian obat yang lebih ringan jika kondisinya stabil. Penting bagi pasien untuk tidak menghentikan pengobatan sendiri, tetapi tetap mengikuti petunjuk dan melakukan pemeriksaan rutin.
Saran dari dokter
"Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, jika pasien gigih, optimis, dan patuh menjalani pengobatan, mereka tetap dapat hidup sehat dan meminimalkan dampak penyakit terhadap kehidupan mereka," ungkap Dr. Man.
Beberapa kiat yang dapat membantu mengendalikan artritis reumatoid secara efektif: Minumlah obat sesuai resep, jangan menghentikan pengobatan sendiri; lakukan pemeriksaan rutin untuk menyesuaikan aturan pakai jika perlu, jalani pola makan dan gaya hidup sehat, jaga pikiran tetap rileks, dan hindari stres yang dapat menyebabkan penyakit mudah kambuh.
Mendoakan Lan Phuong dan semua pasien yang sedang dirawat karena artritis reumatoid agar selalu kuat dan secara efektif mengikuti aturan untuk hidup sehat setiap hari.
Sumber: https://thanhnien.vn/alo-bac-si-nghe-viem-khop-dang-thap-co-the-chua-khoi-hoan-toan-18525062619022254.htm
Komentar (0)