Pada tanggal 28 Juli, Departemen Konstruksi Provinsi Ba Ria - Vung Tau mengatakan pihaknya baru saja mengirimkan dokumen kepada investor dan investor proyek bisnis real estat mengenai perbaikan transaksi real estat dan kegiatan bisnis pada proyek real estat di daerah tersebut.
Menurut Dinas Konstruksi Ba Ria - Vung Tau, saat ini di wilayah tersebut terdapat fenomena bahwa beberapa investor dan investor proyek bisnis properti belum sepenuhnya mematuhi ketentuan undang-undang tentang investasi konstruksi dan bisnis properti. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan, yang berpotensi menimbulkan risiko dan bahaya yang memengaruhi pasar properti, hak dan kepentingan sah investor sekunder, nasabah, dan masyarakat dalam mobilisasi modal, jual beli rumah, dan pekerjaan konstruksi di masa mendatang jika tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Selain itu, promosi dan pengenalan proyek properti tidak sesuai dengan sifat, skala, tujuan, perencanaan konstruksi, dan desain proyek yang disetujui oleh otoritas yang berwenang. Penggunaan modal yang dimobilisasi dari organisasi dan individu serta pembayaran di muka tidak sesuai dengan tujuan yang dijanjikan, sehingga melanggar ketentuan Undang-Undang tentang Usaha Properti, Undang-Undang tentang Perumahan, dan peraturan terkait lainnya.
Proyek perumahan masa depan di Ba Ria, Provinsi Vung Tau. (Foto: ATL)
Oleh karena itu, Kementerian mewajibkan investor dan investor proyek bisnis properti untuk mematuhi peraturan yang berlaku secara ketat selama pelaksanaan proyek. Lengkapi dokumen dan prosedur sesuai peraturan sebelum memulai konstruksi.
Rumah dan pekerjaan konstruksi hanya dapat diserahterimakan kepada pelanggan apabila pekerjaan konstruksi serta prasarana teknis dan sosial telah selesai sesuai dengan jadwal yang tercatat dalam proyek yang disetujui.
Khususnya, tidak diperbolehkan memberikan kuasa kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama investasi, usaha patungan, asosiasi, kerja sama bisnis, atau kontribusi modal untuk menandatangani kontrak pembelian, penjualan, pengalihan, atau sewa beli properti. Penyelenggaraan mobilisasi modal, penjualan, sewa beli, atau sewa beli rumah, serta pekerjaan konstruksi di masa mendatang hanya diperbolehkan apabila persyaratan yang ditentukan terpenuhi sepenuhnya.
Selain itu, dilarang keras bagi investor untuk memobilisasi dan menguasai modal secara melawan hukum; menggunakan modal yang dimobilisasi dari organisasi dan individu dan uang muka dari pembeli, penyewa, dan penyewa-pembeli real estat masa depan untuk tujuan selain dari yang dijanjikan.
Apabila terjadi penyalahgunaan modal yang dihimpun atau penyalahgunaan modal yang dihimpun atau mobilisasi yang melebihi jumlah uang yang disetorkan oleh nasabah untuk pembelian atau sewa-beli real estat di masa mendatang, maka uang yang dimobilisasi tersebut harus dikembalikan secara melawan hukum, diberikan ganti rugi (jika menimbulkan kerugian) dan dikenakan sanksi administratif atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dinas Konstruksi Ba Ria - Vung Tau juga mengimbau agar selama proses pelaksanaan, jika terdapat kendala, investor dan pengembang dapat melakukan konsolidasi dan melaporkannya kepada Dinas untuk dikoordinasikan dalam penyelesaiannya. Apabila terdapat kendala di luar kewenangannya, akan dikonsolidasi dan dilaporkan kepada Komite Rakyat Provinsi untuk dipertimbangkan dan diselesaikan sesuai ketentuan.
Ke depannya, Dinas Konstruksi provinsi ini akan terus berkoordinasi dengan dinas, cabang, dan Komite Rakyat kabupaten, kota, dan kabupaten untuk meninjau informasi proyek properti yang tidak memenuhi syarat jual beli, jual beli, dan pengalihan. Melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan bisnis properti guna menindak tegas pelanggaran yang terjadi.
Gio Linh
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)