Diabetes memengaruhi kesuburan pria dengan merusak DNA sperma, mengganggu metabolisme glukosa, dan berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon. Secara keseluruhan, efek-efek ini dapat secara signifikan mengurangi kemampuan pria untuk memiliki anak, menurut situs web kesehatan Inggris, Medical News Today .
Diabetes dapat menimbulkan banyak dampak negatif terhadap kesehatan, termasuk menyebabkan ketidaksuburan pada pria.
Infertilitas pria dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti jumlah sperma yang rendah, motilitas sperma, atau bentuk sperma yang tidak normal. Penelitian menunjukkan bahwa diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki dampak signifikan terhadap faktor-faktor ini, yang selanjutnya berdampak langsung pada kesuburan pria.
Diabetes memengaruhi kesuburan pria dengan cara berikut:
Kualitas sperma menurun
Salah satu cara utama diabetes memengaruhi kesuburan pria adalah dengan merusak dan mengurangi kualitas sperma. Bukti penelitian menunjukkan bahwa pria penderita diabetes memiliki tingkat sperma yang lebih tinggi dengan fragmentasi DNA dan kelainan struktural. Hal ini menyulitkan mereka untuk membuahi sel telur.
Kerusakan DNA pada sperma terutama disebabkan oleh stres oksidatif akibat gula darah tinggi. Sperma dengan DNA yang rusak meningkatkan risiko keguguran dan mengurangi tingkat keberhasilan teknik reproduksi berbantuan seperti fertilisasi in vitro.
Dampak pada spermatogenesis
Metabolisme glukosa berperan penting dalam spermatogenesis, proses produksi sperma di testis. Diabetes mengganggu proses ini, sehingga memengaruhi spermatogenesis.
Lebih jauh lagi, pria penderita diabetes kerap kali memiliki masalah dengan komposisi plasma air mani mereka, yang dapat mengganggu kemampuan sperma untuk berfungsi dengan baik dan mencapai sel telur.
Ketidakseimbangan hormon
Dampak lain diabetes terhadap kesuburan pria adalah ketidakseimbangan hormon. Banyak pria menderita diabetes dan obesitas secara bersamaan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipogonadisme hipogonadotropik. Hal ini mengakibatkan penurunan kadar hormon testosteron pria, yang pada gilirannya mengganggu kesuburan dan kualitas sperma, menurut Medical News Today .
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/benh-tieu-duong-co-anh-huong-den-kha-nang-sinh-san-cua-nam-gioi-18524101818224993.htm
Komentar (0)