Menanggapi informasi di atas, pagi ini, 23 Agustus, pihak Rumah Sakit K telah memberikan tanggapan. Setelah video tersebut diunggah, pimpinan rumah sakit mengadakan rapat dengan unit terkait. Staf medis memastikan prosedur pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit telah dilaksanakan dengan baik.
Faktanya, jumlah pasien yang perlu berobat ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan medis terus meningkat. Jumlah pemeriksaan medis dalam 6 bulan pertama tahun ini mencapai 214.997, meningkat 39,7% dibandingkan tahun 2022.
Pihak rumah sakit secara proaktif memahami permasalahan pasien yang antri untuk menunggu pemeriksaan pada jam sibuk pukul 06.00 - 07.30 pagi hari kerja dan telah menerapkan serangkaian solusi untuk memperbaiki permasalahan tersebut seperti: menghimbau pasien untuk membuat janji temu dan membuat janji temu melalui aplikasi konsultasi dan pemeriksaan jarak jauh; menambah jumlah meja pemeriksaan di fasilitas Tan Trieu menjadi 28 ruang pemeriksaan.
Pada saat yang sama, tingkatkan sumber daya manusia untuk bagian pemeriksaan, area penerimaan, loket pendaftaran, area tunggu tes darah, endoskopi, dan pencitraan diagnostik; tambahkan sumber daya manusia untuk bekerja lebih awal mulai pukul 5 pagi; perkuat keamanan dan arus pasien.
Pihak rumah sakit ingin menyelesaikan masalah ini secara tuntas dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kepuasan pasien. Namun, sebagian besar pasien kanker memiliki kondisi yang sulit dan berasal dari berbagai provinsi dan kota di seluruh negeri. Mengingat kondisi psikologis pasien secara umum dan kondisi objektif lainnya, pasien seringkali datang untuk pemeriksaan secara proaktif, menunggu, atau datang sebelum waktu yang ditentukan.
Rumah sakit memiliki daftar harga layanan yang jelas.
Pihak RS K menyampaikan, daftar harga layanan dicetak langsung di area resepsionis bagian pemeriksaan dan di lokasi-lokasi strategis.
Rumah Sakit K memiliki 3 fasilitas di Hanoi. Di fasilitas rumah sakit tersebut, selalu terdapat daftar harga layanan yang dicetak langsung di area resepsionis departemen pemeriksaan, di lokasi yang strategis untuk memudahkan pasien memilih layanan pemeriksaan. Informasi bahwa staf medis menentukan harga dan biaya layanan sama sekali tidak benar.
Pihak rumah sakit mengonfirmasi: "Beberapa informasi seperti video yang diunggah seperti "kanker tidak dapat disembuhkan"... adalah informasi yang tidak benar. Banyak penelitian dan statistik menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan beberapa kanker dapat mencapai lebih dari 90% jika terdeteksi pada tahap awal. Rumah sakit juga telah mencatat banyak kasus pasien yang berhasil diobati, sembuh selama 15, 20, 30 tahun, dan diposting di halaman penggemar rumah sakit...".
RS K juga menyampaikan bahwa dengan motto "mengutamakan pasien, menjadikan efektivitas pengobatan dan kepuasan pasien sebagai tolok ukur seluruh kegiatan rumah sakit", pihaknya siap mendengarkan dan menerima masukan dari pasien beserta keluarganya mengenai hal-hal positif maupun permasalahan yang ada, yang kemudian dapat dievaluasi untuk terus ditingkatkan, ditingkatkan, dan dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Rumah sakit ingin menerima pendapat pasien melalui saluran informasi resmi rumah sakit: departemen penerimaan pasien di 3 fasilitas; hotline rumah sakit; kotak saran di departemen rumah sakit," tegas Rumah Sakit K dalam informasi yang dikirimkan kepada kantor berita mengenai insiden di atas.
Sebelumnya, sebuah video yang dibagikan oleh seorang wanita yang berbicara tentang masalah di Rumah Sakit K (fasilitas Tan Trieu) beredar di media sosial.
Orang ini mengatakan bahwa Rumah Sakit K "memakai harga layanan yang sangat tinggi". Oleh karena itu, "pasien membayar semua uang mereka kepada dokter, dan pada siang hari mereka berdiri mengemis makanan gratis". Selain itu, orang ini juga mengatakan bahwa rumah sakit tidak mengizinkan pasien untuk mendaftar pemeriksaan daring, sementara jumlah orang yang datang untuk pemeriksaan terus meningkat...
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)