Miliarder Elon Musk mengunjungi lokasi serangan Hamas di Israel pada hari Senin dan berjanji untuk melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran kebencian.
"Kami mengundangnya untuk mengunjungi Gaza guna melihat seberapa besar pembantaian dan kehancuran yang terjadi terhadap rakyat Gaza," ujar komandan senior Hamas, Osama Hamdan, dalam konferensi pers di Beirut.
Miliarder Elon Musk. Foto: Reuters
Komentar Osama Hamdan muncul sehari setelah gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas diperpanjang selama 48 jam.
"Dalam 50 hari, Israel telah menjatuhkan lebih dari 40.000 ton bahan peledak ke rumah-rumah warga Gaza yang tak berdaya," ujarnya. "Saya mendesak Presiden Biden untuk mempertimbangkan kembali hubungan Amerika dengan Israel dan berhenti mempersenjatai mereka."
Berbicara tentang kehancuran di Gaza sejak konflik dimulai pada 7 Oktober, Hamdan mendesak masyarakat internasional untuk segera mengirimkan tim penyelamat khusus guna membantu pencarian jenazah yang terjebak di bawah reruntuhan. Ribuan orang masih terjebak, menurut Kementerian Luar Negeri Palestina.
Gencatan senjata yang disepakati minggu lalu adalah penghentian pertama pertempuran dalam tujuh minggu sejak Hamas menyerang Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 240 orang.
Menanggapi serangan tersebut, Israel membombardir Gaza dan melancarkan serangan darat di wilayah utara daerah kantong tersebut. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan setidaknya 16.000 warga Palestina telah tewas dan jutaan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Mai Anh (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)