Chevening adalah program beasiswa magister yang didanai penuh oleh Pemerintah Inggris. Beasiswa bergengsi ini menanggung biaya penuh studi magister selama satu tahun di lebih dari 150 universitas di Inggris, sekaligus menyediakan pengembangan profesional dan pengalaman budaya bagi para akademisi internasional, termasuk dari Vietnam.
Pemerintah Inggris berencana memberikan sekitar 20 beasiswa kepada kandidat Vietnam pada tahun akademik 2026/27, untuk terus mendukung pengembangan generasi pemimpin masa depan. Untuk memenuhi syarat, kandidat harus warga negara Vietnam, telah lulus universitas dengan hasil yang baik, memiliki setidaknya dua tahun pengalaman kerja (2.800 jam), dan berkomitmen untuk kembali bekerja di Vietnam setidaknya selama dua tahun setelah menyelesaikan program.
Tahun ini, proses aplikasi mengalami banyak perubahan penting. Kandidat hanya akan dihitung berdasarkan pengalaman kerja setelah lulus universitas. Esai akan tetap menggunakan topik yang sama tetapi menambahkan pertanyaan tambahan, mengurangi batas jumlah pertanyaan dari 500 menjadi 300, mendorong kandidat untuk berbagi pengalaman mereka, membatasi penggunaan kecerdasan buatan, dan lebih berfokus pada bidang-bidang prioritas Inggris seperti: pertumbuhan berkelanjutan, respons terhadap perubahan iklim, keamanan-stabilitas, dan pembangunan komprehensif.
Pelamar juga diwajibkan memilih program studi yang sesuai dengan bidang-bidang di atas. Selain itu, jika mendaftar dari negara penerima ODA, pelamar harus berdomisili di negara tersebut, bukan kewarganegaraannya.
Duta Besar Inggris untuk Vietnam, Bapak Iain Frew, menegaskan: "Jaringan Beasiswa Chevening di Vietnam menciptakan banyak perubahan positif. Setelah belajar di Inggris, Anda akan dibekali sepenuhnya dengan pengetahuan dan keterampilan untuk berkontribusi pada pembangunan negara."
Informasi terperinci dan petunjuk aplikasi tersedia di situs web resmi www.chevening.org/apply dan di saluran media Kedutaan Besar Inggris di Vietnam.
Australia tingkatkan kuota, sambut lebih banyak pelajar Vietnam mulai 2026
Pemerintah Australia baru saja mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa internasional menjadi 295.000 pada tahun 2026—meningkat 9% dari 270.000 pada tahun 2025. Hal ini merupakan bagian dari strategi untuk mendorong kemitraan yang lebih erat dengan Vietnam dan kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan kerangka kerja baru ini, perguruan tinggi negeri di Australia dapat mengajukan peningkatan kuota jika mereka dapat menunjukkan keterlibatan dengan kawasan Asia Tenggara melalui program pelatihan, kemitraan akademik, kampus regional, jaringan alumni, dan beasiswa. Mereka juga perlu memastikan penyediaan akomodasi yang lebih layak dan aman bagi mahasiswa domestik dan internasional.
Pemerintah Australia mendorong universitas untuk memperkuat kerja sama dengan Asia Tenggara, sejalan dengan Strategi Ekonomi Asia Tenggara - Investasi hingga 2040 untuk memperluas hubungan pendidikan, sumber daya manusia, dan investasi antara kedua belah pihak.
Australia saat ini merupakan tujuan studi di luar negeri terpopuler ketiga bagi pelajar Vietnam, dengan lebih dari 33.000 pelajar belajar di negara tersebut.
Sumber: https://nld.com.vn/chinh-phu-anh-mo-don-hoc-bong-chevening-2026-27-voi-nhieu-diem-moi-19625080613393758.htm
Komentar (0)