GĐXH - Ini adalah keterampilan yang sangat penting untuk membesarkan anak yang sukses tetapi banyak orang tua sering mengabaikan atau kurang memperhatikannya.
Dr. Aliza Pressman adalah seorang psikolog perkembangan dengan pengalaman hampir 20 tahun bekerja dengan keluarga. Beliau adalah asisten profesor klinis di Departemen Kesehatan Perilaku Pediatri di Fakultas Kedokteran Icahn di Rumah Sakit Mount Sinai dan salah satu pendiri Mount Sinai Parenting Center. Beliau meraih gelar Sarjana dari Dartmouth College dan merupakan penulis buku The 5 Principles of Parenting: An Essential Guide to Raising Good Humans.
Ia telah menghabiskan hampir 20 tahun meneliti cara merawat dan membesarkan orang-orang baik. Keterampilan yang sering terabaikan yang selalu Aliza rekomendasikan kepada orang tua adalah kepercayaan diri.
Artinya, orangtua hendaknya mengajarkan anak-anaknya untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan kemudian berusaha sekuat tenaga meraih cita-citanya.
Anak-anak yang percaya diri akan terus menantang diri dan berusaha lebih keras. Alih-alih menyalahkan keadaan eksternal atau kurangnya bakat alami, mereka akan berfokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendali mereka.
Anak-anak yang memiliki keyakinan batin yang kuat cenderung lebih berani menantang diri sendiri dan berusaha. Foto ilustrasi
Penelitian Aliza menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi harga diri anak:
1. Pengalaman dalam melakukan hal-hal dengan benar
Untuk mencapai hal ini, anak-anak harus ditantang pada tingkat yang tepat. Mendorong anak-anak ke dalam pengalaman pendidikan yang belum siap mereka jalani dapat menjadi kontraproduktif.
Setiap kali anak khawatir tidak mampu melakukan sesuatu, orang tua dapat menumbuhkan pola pikir berkembang dengan mengatakan kepada anak, "Kamu belum mencoba."
2. Perhatikan orang lain melakukannya
Penting bagi anak-anak untuk melihat orang lain dengan latar belakang yang sama (usia, jenis kelamin, minat) mencapai hal yang sama. Mereka akan percaya bahwa mereka juga bisa melakukannya.
Begitu anak-anak memiliki kepercayaan diri, selama mereka tidak menyerah, mereka pasti akan berhasil. Perasaan mampu melakukan sesuatu di luar imajinasi mereka sungguh luar biasa.
Anak-anak akan menikmatinya dan ingin lebih menantang diri mereka sendiri.
3. Ingatkan anak Anda tentang pengalaman positif
Kisah-kisah yang kita ceritakan tentang masa lalu menciptakan kesan tentang kapasitas kita untuk bergerak menuju masa depan.
Studi menunjukkan bahwa orang yang optimis, memiliki pola pikir berkembang, dan percaya diri tidak memiliki pengalaman masa lalu yang berbeda dengan rekan-rekan mereka yang pesimis. Mereka hanya mengingat keberhasilan lebih jelas daripada kegagalan.
4. Perasaan damai
Jika anak Anda merasa stres, cemas, atau gugup saat menghadapi tantangan, penting untuk mengatasi emosi tersebut terlebih dahulu.
Orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka beberapa teknik menenangkan diri seperti bernapas dalam-dalam, yang akan membantu mereka menghilangkan stres dan fokus pada apa yang perlu mereka lakukan.
Apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu anak-anaknya percaya diri?
Orang tua dan anak-anak sebenarnya tidak mencari kesempurnaan, melainkan pengalaman. Oleh karena itu, orang tua harus mengingatkan anak-anak mereka bahwa "Usaha menghasilkan kemajuan". Foto ilustrasi
Jangan melakukan pekerjaan untuk anak-anakmu
Karena menganggap anak-anak mereka masih kecil, orang tua tetap mengerjakan beberapa tugas untuk mereka. Namun, pemikiran ini berdampak negatif pada perkembangan kemandirian anak di kemudian hari.
Mengerjakan pekerjaan rumah, membantu orang tua dengan tugas-tugas rumah tangga, dan menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri merupakan cara bagi anak-anak untuk belajar cara bekerja dan bertanggung jawab.
Jika tidak mendapatkan pelajaran ini, anak akan menjadi pasif dan tidak mampu menemukan potensi terpendamnya.
Berikan dorongan semangat bila memungkinkan.
Jika memungkinkan, dorong dan motivasi anak-anak karena mereka sering mengukur apa yang dapat mereka lakukan berdasarkan apa yang Anda pikirkan.
Namun, bersikaplah realistis dalam memuji. Jika anak Anda gagal dalam suatu hal, pujilah usahanya, bukan hasilnya.
Berikan anak hak untuk memutuskan
Untuk membantu anak-anak tumbuh percaya diri, keterampilan terpenting yang perlu diperhatikan orang tua adalah memberi mereka hak untuk memutuskan. Semakin besar usia anak, semakin banyak pilihan yang mereka miliki.
Misalnya, ketika pergi ke supermarket dengan anak berusia 3 tahun yang meminta untuk membeli makanan ringan, orang tua dapat berkata: "Kamu tidak bisa membeli semuanya, tetapi kamu bisa memilih antara minuman ringan, permen, atau mainan."
Memilih pakaian sendiri juga merupakan cara yang baik bagi orang tua untuk mendorong anak-anak mereka. Memiliki hak untuk memilih apa yang menjadi milik mereka akan membantu anak-anak membangun kepercayaan diri, dan sekaligus meningkatkan tanggung jawab mereka.
Bantu anak Anda menetapkan tujuan yang realistis
Ketika anak Anda mulai bermain sepak bola, impian awalnya adalah masuk tim Olimpiade. Namun, ketika masuk tim kelas saja tidak memungkinkan, Anda perlu membimbing anak Anda ke tujuan yang lebih realistis.
Tetapkan tujuan yang realistis untuk membantu anak Anda terhindar dari perasaan gagal.
Dorong prestasi anak, sekecil apa pun.
Kesibukan dan keterbatasan waktu membuat banyak orang tua melupakan perkembangan atau prestasi anak-anak mereka. Padahal, terlepas dari usia mereka, anak-anak perlu dihargai dan didorong ketika mereka mencapai tujuan tertentu.
Tak perlu hal yang besar, cukup saat anak bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya atau tahu cara menggosok gigi dengan benar...itu saja sudah cukup bagi orang tua untuk memberikan pujian.
Pujian yang tepat waktu akan membantu meningkatkan harga diri, membuat anak merasa lebih percaya diri.
Bersabarlah dan jangan menghakimi
Saat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini berlaku untuk orang dewasa, apalagi anak-anak.
Oleh karena itu, yang perlu dilakukan orang tua adalah bersabar dan senantiasa memuji usaha anak, bukan malah mengkritiknya.
Kritik terus-menerus dari orang tua hanya membuat anak merasa tidak mampu berbuat apa-apa. Sebaliknya, jika mereka menerima pujian tepat waktu, mereka akan lebih percaya diri, memiliki harga diri yang lebih tinggi, dan menjadi lebih dewasa.
[iklan_2]
Source: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/nghien-cuu-20-nam-cua-chuyen-gia-ve-cac-cha-me-nuoi-day-con-tot-chi-ra-day-moi-la-thu-tre-can-de-thanh-cong-nhung-nhieu-phu-huynh-quen-day-172241214165738585.htm
Komentar (0)